Lolos Dari Cedera Otot, Juventus Akan Monitor Bek Andalannya Tiap Hari

Gilabola.com – Tidak mengalami cedera otot, bek Juventus asal Belanda, Matthijs De Ligt tetap akan menjalani pengawasan tiap harinya guna mengetahui kapan sang pemain akan bisa kembali ke lapangan hijau.

Krisis di lini bekalang sempat kembali mendera Juventus pada laga menghadapi Spezia saat Matthijs De Ligt tidak bisa bertanding karena mengalami gangguan saat melakukan pemanasan. Beruntung Si Nyonya Tua tetap mampu memenangkan laga tersebut dengan skor 3-0 dan membuat diri mereka kembali ke jalur kemenangan setelah ditahan imbang Hellas Verona pada laga sebelumnya.

Meskipun begitu, kekhawatiran tentunya muncul mengenai nasih dari De Ligt yang tidak mampu bermain di laga tersebut. Beruntung bagi Si Nyonya Tua, berdasarkan konfirmasi resmi dari Juventus sendiri, hasil pemeriksaan dari mantan punggawa Ajax Amsterdam itu menunjukkan bahwa dia tidak mengalami cedera pada ototnya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Dengan lolosnya sang pemain dari cedera otot, setidaknya Juve bisa bernafas sedikit lega meskipun kondisi dari De Ligt tetap akan di monitor tiap harinya. Dengan pengawasan secara reguler belum bisa dipastikan kapan sang pemain akan bisa kembali saat ini, karena situasi bisa berubah tergantung dari perkembangan kondisi dari pemain berusia 21-tahun tersebut.

Belum jelasnya kondisi dari De Ligt tentu membuat pusing kepala dari pelatih Andrea Pirlo karena dia harus menyiapkan lagi anak asuhnya untuk laga akhir pekan nanti menghadapi Lazio. Dengan situasi yang ada, sepertinya bek asal Belanda tersebut bisa absen pada laga melawan tim asal ibukota itu, kecuali dia sudah akan bisa kembali berlatih pada setidaknya dua hari ke depan.

Jika De Ligt harus absen, nasibnya lini belakang Juventus tentu akan sangat terancam saat menghadapi anak asuh Simone Inzaghi. Saat ini, Si Nyonya Tua juga sudah kehilangan Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci dan Juan Cuadrado juga karena masalah cedera.

Pada saat menghadapi Spezia, Pirlo harus melakukan beberapa perombakan pemain agar bisa tetap membentuk tim yang solid. Sang pelatih akan mendapatkan tantangan yang lebih berat melawan Lazio, karena secara individu mereka memiliki barisan penyerang yang sangat berkualitas.