
Gilabola.com – Juventus berhasil menumbangkan Cagliari dengan skor 2-1, namun pelatih Luciano Spalletti menilai timnya memulai laga terlalu pasif sebelum akhirnya bangkit berkat kreativitas Kenan Yildiz.
Dia merasa tim baru menunjukkan level permainan sesungguhnya setelah tertinggal, sekaligus memberi penjelasan mengenai peran bebas Yildiz, kondisi Dusan Vlahovic, dan persiapannya menghadapi laga berikutnya.
Spalletti mengatakan bahwa Juventus tampil terlalu berhati-hati di awal pertandingan dan hanya melakukan hal-hal dasar. Dia menjelaskan bahwa dengan kualitas pemain yang ada, ekspektasi harus lebih tinggi sejak menit pertama.
Pelatih itu juga menegaskan bahwa tim baru menyadari potensi yang dimiliki setelah menciptakan peluang pertama. Menurutnya, begitu peluang hadir, para pemain memahami bahwa mereka semestinya bisa mengambil keputusan lebih baik sejak awal.
Dia menilai pendekatan mental menjadi faktor utama. Juventus hanya memperlihatkan keberanian setelah mengalami tekanan akibat tertinggal, sesuatu yang menurut Spalletti perlu diperbaiki jika ingin lebih konsisten.
Spalletti mengakui respons positif tim setelah kebobolan. Dia mengatakan bahwa penyamaan skor membuat Juventus akhirnya bermain lebih tenang, menjaga bola, dan masuk ke kotak penalti dengan lebih terstruktur.
Pelatih itu juga menilai bahwa sebelum gol penyeimbang, Juventus kurang tajam dalam memanfaatkan peluang. Baginya, kegagalan mencetak gol dari sejumlah situasi membuat Cagliari mendapatkan kepercayaan diri tambahan.
Peran Yildiz, Efektivitas Serangan, dan Sorotan Spalletti
Spalletti menilai titik balik pertandingan datang dari Kenan Yildiz. Dia menggambarkan sang pemain muda memiliki kualitas layaknya seorang nomor 10 yang mampu menciptakan kemenangan dari situasi kecil.
Dia menjelaskan bahwa struktur taktik Juventus sengaja memberi Yildiz kebebasan. Menurutnya, membiarkan Yildiz bergerak tanpa terikat satu sisi membuatnya lebih mudah masuk ke area berbahaya dan melepaskan tembakan.
Spalletti menilai Yildiz masih memiliki ruang berkembang, terutama dalam berbagi tanggung jawab di area akhir. Meski begitu, dia menyebut kualitas Yildiz sudah berada di level yang sangat tinggi untuk usianya.
Selain itu, pelatih tersebut menyoroti ketidakefektifan tim di babak pertama. Dia menyebut bahwa Juventus masuk ke kotak penalti lawan hingga belasan kali, namun kurangnya penyelesaian membuat Cagliari sempat mengimbangi ritme pertandingan.
Terkait pertandingan mendatang, Spalletti menyebut dia sudah membayangkan suasana ketika kembali ke Napoli. Dia mengatakan bahwa dia tidak mengetahui bagaimana respons publik nanti, namun baginya hal itu akan terasa mudah dijalani.
Dia juga memberi pembaruan mengenai kondisi Dusan Vlahovic. Spalletti menjelaskan bahwa sang penyerang merasakan sakit usai gerakan menendang yang tidak sempurna.
Cedera tersebut, menurutnya, terjadi karena Vlahovic salah pergerakan saat mencoba menendang bola keras tetapi tidak mengenai sasaran. Pergerakan itu membuat kakinya terpuntir, dan Spalletti menyebut hal itu tidak akan terjadi bila tendangan mengenai bola dengan benar.
