Lukaku dan Smalling Kecam Judul Rasis Media Italia

Lukaku dan Smalling Kecam Judul Rasis Media Italia

Gilabola.com – Lukaku dan Smalling kecam judul rasis media Italia yang berbau rasis. Masalah seputar rasisme masih kuat di Liga Italia.

Chris Smalling dan Romelu Lukaku dilaporkan Herald dan Indepent telah emosi mengkritik Corriere dello Sports. Media Italia itu menggunakan judul halaman muka bertuliskan ‘Black Friday’ alias Jumat Hitam (bisa berkonotasi merujuk pada warna kulit hitam), dengan Smalling menilai hal itu salah dan sangat tidak peka dengan topik rasial.

Foto mantan rekan satu tim Manchester United itu terpampang di kedua sisi halaman depan terbitan kemarin dari harian Italia itu. Kasus ini terjadi menjelang pertandingan antara AS Roma dan Inter Milan yang diperkuat Romelu.

Judul itu karuan memantik emosi Smalling dan Romelu yang memang berkulit gelap. Fokus mereka jadi terganggu jelang pertandingan kali ini.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Sementara saya akan suka menghabiskan hari-hari belakangan dengan berfokus pada pertandingan besar besok, adalah penting bahwa saya mengakui bahwa apa yang terjadi pagi ini di koran itu adalah salah dan sangat tidak peka,” tulis Smalling dengan gregetan.

“Saya berharap para editor yang terlibat dalam membuat judul ini segera bertanggung jawab dan memahami kekuatan yang mereka miliki melalui kata-kata yang mereka tulis. Mereka harus menyadari dampak yang dapat terjadi setelahnya oleh perkataan tersebut.”

Lukaku ingin media bahas seputar pertandingan yang indah saja

Sementara Romelu menyebutnya judul itu sebagai ‘Judul halaman pertama paling bodoh’, dengan menambahkan: “Kalian terus saja memicu negativitas dan rasisme busuk serta terlalu suka masalah seperti ini daripada menuliskan tentang pertandingan yang indah yang akan dimainkan di San Siro antara dua klub besar Italia.”

“Pendidikan adalah kunci penting. Kalian dari Corriere dello Sports harus melakukan pekerjaan yang lebih baik pada saat ini,” pungkasnya.

Jaringan organisasi anti-diskriminasi Fare mengutuk halaman depan dan Direktur Eksekutif Piara Powar ikut mengkritiknya. Dia berkata: “Bagian dari masalah yang kita miliki dengan Italia dan negara seperti ini sekarang juga adalah banyak orang yag tidak tahu bagaimana caranya menarik garis (tidak bisa menahan diri dan tidak bisa membedakan tulisan biasa dengan rasisme).”

“Mereka sama sekali tidak tahu apa yang benar atau apa yang salah untuk dilakukan, apa yang pantas atau tidak pantas dilakukan dan apa yang mungkin rasisme dan apa yang mungkin dapat diterima oleh orang lain.”

“Jika ini adalah pertemuan dua pemain Inggris dan Belgia mereka bisa mengatakan laga itu adalah ‘Hari bentrokan St George’ atau kalau keduanya Belgia judulnya adalah ‘pertempuran Brussel’ yang jelas akan berbeda untuk bisa disampaikan, tetapi mereka malah menyoroti ras mereka berdua.”