Masih Dendam Kekalahan dari Bodo/Gmit, Mourinho Hukum Pemainnya Untuk Laga vs Cagliari

Jadwal pertandingan AS Roma berikutnya masih akan berlangsung pada Kamis (28/10) dini hari WIB mendatang di Serie A melawan Cagliari, tapi Jose Mourinho sudah mengumumkan line up timnya sebagai bentuk hukumannya pada para pemainnya atas kekalahan di Liga Konferensi Eropa.

José Mourinho telah mengumumkan susunan pemain untuk pertandingan Roma berikutnya melawan Cagliari pada tengah pekan mendatang, menyebut bahwa dia akan menurunkan starting XI yang sama seperti tim yang baru saja bermain imbang melawan Napoli.

The Special One masih kecewa dengan hasil rotasi pemainnya selama pertandingan melawan Bodo/Gmit di Liga Konferensi Eropa, ketika timnya berakhir dengan kekalahan 6-1 yang memalukan dan memberikan rekor kekalahan terburuk dalam sejarah manajerial bos Portugal itu.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Jose Mourinho mengeluhkan setelah pertandingan itu bahwa timnya hanya memiliki 13 pemain yang memenuhi standar untuk bermain bagi Roma, membuatnya pelit melakukan rotasi dan hanya memainkan 22 dari 31 pemainnya di Serie A sejauh musim ini.

Mantan bos Chelsea dan Inter Milan itu bahkan menghukum lima pemain Giallorossi yang menjadi starter melawan Bodo, mengirim mereka ke tribun penonton dalam pertandingan melawan Napoli yang akhirnya berakhir imbang tanpa gol. Mereka adalah Marash Kumbulla, Amadou Diawara, Riccardo Calafiori, Gonzalo Villar dan Borja Mayoral.

Rupanya, mereka tidak bisa berharap untuk kembali ke starting XI Roma dalam waktu dekat karena Jose Mourinho telah menentukan susunan pemain untuk pertandingan Roma berikutnya melawan Cagliari pada tengah pekan mendatang.

“Susunan pemain di laga berikutnya [melawan Cagliari] akan sama seperti pertandingan hari ini,” kata Jose Mourinho pada konferensi pers pasca-pertandingan, seperti dikutip Tuttomercatoweb.

Selama wawancara dengan DAZN, taktisi Portugal itu kemudian menunjukkan bagaimana dia masih dendam pada pemainnya usai kekalahan memalukan dari Bodo/Gmit itu, menambahkan, “Ini adalah pesan untuk ruang ganti, pertandingan itu akan tetap ada dalam sejarah saya dan bagi saya, sulit untuk dimaafkan.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO