Masih Di Zona Degradasi, Parma Bisa Pecat Lagi Pelatihnya

Gilabola.com – Masih berada dalam posisi di zona degradasi pada klasemen sementara Serie A, Parma dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk memecat lagi pelatihnya saat ini, Roberto D’Aversa.

Sudah melakukan pergantian pelatih dari Fabio Liverani ke Roberto D’Aversa pada awal tahun ini, Parma bisa kembali melakukan perubahan di sektor tersebut. Masuknya D’Aversa pada awalnya memang diharapkan untuk mengubah peruntungan tim yang saat itu sedang mengalami tren negatif dan mulai berada di papan bawah klasemen.

Akan tetapi, pergantian pelatih yang diharapkan bisa membawa situasi positif ternyata hingga saat ini belum memberikan efek yang diharapkan oleh manajemen dari klub. Kekalahan dari Hellas Verona pada laga Serie A terakhir dari Parma menurut kabar dari Tuttomercatoweb membuat presiden klub, Kyle Krause sangat kecewa dan mengadan pertemuan dengan para direktur lainnya guna membahas situasi yang terjadi.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

D’Aversa sendiri sebenarnya sosok yang sudah cukup akrab dengan Parma karena sempat menangani klub tersebut pada Desember 2016 dan membawa mereka dari Serie C kembali ke Serie A. Namun, sang taktisi memilih hengkang pada musim panas lalu karena memiliki perbedaan mengenai bagaimana cara terbaik bagi I Gialloblu untuk bisa berkembang lebih baik lagi.

Posisinya digantikan oleh Fabio Liverani, namun pada awal tahun ini, tepatnya pada 7 Januari D’Aversa kembali diangkat menjadi taktisi Parma dengan harapan bisa mengangkat lagi posisi tim. Akan tetapi tampaknya situasi sudah mulai berubah dan sang pelatih tampaknya masih mengalami kesulitan untuk meningkatkan performa dari skuadnya saat ini.

Karena kondisi tersebutlah maka para petinggi klub saat ini sedang serius mendiskusikan keputusan terbaik yang bisa diambil agar Parma tidak semakin terpuruk di papan bawah klasemen. Bukan hanya dari segi hasil, penampilan dari anak asuh D’Aversa masih cukup mengecewakan hingga saat ini, hingga sulit bagi mereka untuk bisa mengakhiri tren negatif yang dialami.

Pergantian pelatih terkadang memang bisa membantu, tetapi tidak bisa menjadi tolak ukur. Terkadang memberikan kepercayaan juga akan mampu mengangkat kembali performa tim hingga akhir musim.