Massimiliano Allegri Cari Tantangan, Bukan Cuti Panjang

Massimiliano Allegri Cari Tantangan, Bukan Cuti Panjang
Aug 1, 2018; Atlanta, GA, USA; Juventus manager Massimiliano Allegri arrives before the 2018 MLS All Star Game against the MLS All-Stars at Mercedes-Benz Stadium. Mandatory Credit: Mark J. Rebilas-USA TODAY Sports

Gilabola.com – Massimiliano Allegri tidak nyaman tentang prospek mengambil cuti panjang ketika dia meninggalkan juara Serie A Juventus di akhir musim.

Juventus mengumumkan pada hari Jumat bahwa pelatih mereka Massimiliano Allegri harus dilepas begitu musim 2018/19 berakhir, mencegahnya untuk menghabiskan tahun terakhir pada kontraknya di Turin.

Allegri berjuang untuk tidak mengucurkan air mata sehari kemudian dalam konferensi persnya ketika ia membahas situasi itu, mengatakan itu adalah keputusan bersama sebelum juga mengklaim Juve memilih untuk mencari pelatih baru.

Pelatih asal Italia berusia 51 tahun itu diperkirakan akan pergi sejak Juventus tersingkir pada perempat final Liga Champions oleh Ajax pada bulan April dan telah dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Chelsea dan Paris Saint-Germain.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

“Saya tidak terlalu ingin untuk cuti selama setahun,” katanya kepada Sky Sport Italia setelah bermain bermain imbang 1-1 melawan Atalanta dalam pertandingan kandang terakhirnya sebagi manajer Si Nyonya Tua.

“Saya hanya akan mengambil cuti panjang jika itu harus dilakukan. Kalau tidak, rencana saya adalah menemukan proyek yang meyakinkanku. Hidup ini penuh kejutan dan anda harus siap untuk segalanya.”

“Saya melatih dengan gembira dan senang, karena jika saya tidak dibujuk oleh skuad yang saya miliki, saya mencoba mengubah keadaan, memindahkan pemain ke posisi baru dan mencoba sesuatu yang berbeda, kalau tidak saya akan bosan.”

Massimiliano Allegri nilai waktunya tepat pergi dari Juventus

Terlepas dari kesedihan Allegri tentang meninggalkan klub yang telah ditanganinya selama lima tahun, ia menerimanya mungkin ini saat yang tepat untuk pergi.

“Saya berbicara dengan Andrea [Agnelli, presiden Juve] setelah kekalahan atas Ajax dan kami memiliki rencana untuk melanjutkan [dengan Allegri sebagai pelatih], tetapi selama enam minggu terakhir ini kami semua mencapai kesimpulan yang sama,” tambahnya.

“Kami tidak pernah membahas masalah kontrak atau semacamnya, tetapi saya menyadari itu adalah hal yang tepat untuk pergi dan berubah, demi kebaikan Juve, jika tidak kami akan mengambil risiko mencapai September atau Oktober dan menghadapi masalah, jadi yang terbaik adalah meninggalkan tim dalam kondisi terbaik.”

“Saya diberitahu [keputusan Juve] pada Jumat pagi. Ketika saya meninggalkan pertemuan pada hari Kamis saya tahu bahwa saya bukan lagi pelatih Juventus. Saya tidak diberi tahu tentang hal itu, tetapi saya sudah tahu.”