Massimiliano Allegri Nilai Sepakbola Olahraga Bodoh

Massimiliano Allegri Nilai Sepakbola Olahraga Bodoh

Gilabola.com – Massimiliano Allegri nilai sepakbola olahraga bodoh untuk orang pintar. Manajer klub Liga Italia itu juga ingin terus latih Juventus.

Massimiliano Allegri kembali menegaskan jika dirinya akan tetap latih Juventus. Pada kesempatan yang sama ia juga menilai sepakbola adalah olahraga bodoh untuk orang-orang yang cerdas.

Sang manajer telah berbicara dalam acara komedi Fabio Fazio di program Rai ‘Che Tempo Che Fa’ dan mendadak serang lagi pundit Sky Sport Italia, Lele Adani. Sempat tak terima dikritik, ia sekalian mengulangi semangatnya untuk terus memberikan yang terbaik bagi klub dan fans.

“Saya dulu sudah bilang kalau saya akan tetap di sini dan saya akan bilang lagi: Saya akan tetap di Juve! Saya juga masih punya kontrak yang harus dihormati, setelahnya baru saya akan menghadap ke presiden,” ujar sang manajer.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Ia malas membahas hal rumit dan ingin sejenak melupakan tugas, termasuk saat Juve raih hasil imbang lawan Inter Milan. Kedua tim sudah berbagi skor 1-1 melalui gol Radja Nainggolan di menit ke-7 dan Cristiano Ronaldo di menit ke-62.

Massimiliano Allegri masih sering iseng ke pemain Juventus

Bukan hanya bahas masa depan di klub, Allegri juga ditanya soal banyak hal. Ia mengaku masih kesulitan mengeja Wojciech Szczesny, saat masih geli lihat Juan Cuadrado menyemprot busa ke rambut saat selebrasi Scudetto.

“Saya juga pernah jadi pemain dan melakukan banyak kesalahanlah. Saya selalu bilang ke semua rekan saya, apa saja yang kalian lakukan, saya sudah pernah melakukannya. Itulah gunanya pengalaman dan saya jadi bisa memberikan saran ke semua pemain sekarang.”

“Saya masih sering mengerjai pemain saya dan heboh-hebohan dengan mereka, karena saya bisa gila kalau tidak bersenang-senang. Saya tidak terlalu suka terus-terusan bahas taktik. Saya sudah belajar kalau sepakbola itu adalah olahraga bodoh untuk orang-orang pintar saja. Hal sederhana bisa jadi ribet.”