Massimo Moratti: Inter Milan Jangan Sampai Ganti Luciano Spalletti

Massimo Moratti nilai raksasa Liga Italia Inter Milan jangan sampai mengganti Luciano Spalletti dengan pelatih lain. Ia tetap mengkritik kepemimpinan Spalletti saat tarik Mauro Icardi.
Berita Terkini - Massimo Moratti nilai raksasa Liga Italia Inter Milan jangan sampai mengganti Luciano Spalletti dengan pelatih lain. Ia tetap mengkritik kepemimpinan Spalletti saat tarik Mauro Icardi.

Gilabola.com – Massimo Moratti nilai raksasa Liga Italia Inter Milan jangan sampai mengganti Luciano Spalletti dengan pelatih lain. Ia tetap mengkritik kepemimpinan Spalletti saat tarik Mauro Icardi.

Sosok mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengkritik keputusan sang pelatih, Luciano Spalletti, yang sempat menarik Mauro Icardi dalam laga penting melawan Juventus yang lalu. Meski mengkritik, namun Moratti tetap mau menganggap Spalletti sebagai pelatih paling pas untuk Nerrazzuri.

Mauro Icardi sendiri sempat bermain bagus dalam laga saat melawan raksasa Juventus, bahkan sempat mencetak satu gol untuk timnya. Memasuki menit ke-85 sang pelatih secara mengejutkan malah tega menariknya keluar untuk digantikan oleh Davide Santon.

Keputusan sederhana tersebut langsung mendapatkan kritikan dari Massimo Morratti. Meski kesal, namun dirinya tetap percaya jika ada alasan baik di balik keputusan tersebut dari sang pelatih. Ia juga tetap mau menganggap Spalletti sebagai pelatih yang paling tepat untuk Inter Milan.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

“Menurut saya Luciano Spalletti itu adalah pelatih yang sangat bagus sekali, terlepas dari kritikan dari saya soal keputusannya saat melawan Juventus ya,” jelas Massimo Moratti melalui FCInterNews.

“Tapi saya tetap mau mengkritiknya sebagai seorang penggemar saja, bukan sebagai seorang ahli sepakbola. Saya tidak merasa opsi mengganti pelatih sekarang adalah pilihan yang tepat bagi Inter,” pungkasnya.

Perjuangan Inter masih panjang karena masih berada di peringkat lima klasemen Serie A, atau tertinggal empat poin dari Lazio yang ada di posisi empat. Bisa ikutan berpartisipasi dalam Liga Champions musim depan jika mampu mengakhiri musim di empat besar. Apakah mereka sanggup?