Mattia Perin: Mustahil Saya Bisa Sehebat Gianluigi Buffon!

Mattia Perin tersinggung dibandingkan dengan sosok Gianluigi Buffon di klub Liga Italia, Juventus. Sang kiper kinyis-kinyis bahkan tegaskan sangat mustahil dirinya bisa sehebat kiper gaek tersebut.
Berita Terkini - Mattia Perin tersinggung dibandingkan dengan sosok Gianluigi Buffon di klub Liga Italia, Juventus. Sang kiper kinyis-kinyis bahkan tegaskan sangat mustahil dirinya bisa sehebat kiper gaek tersebut.

Berita Terbaru – Mattia Perin tersinggung dibandingkan dengan sosok Gianluigi Buffon di klub Liga Italia, Juventus. Sang kiper kinyis-kinyis bahkan tegaskan sangat mustahil dirinya bisa sehebat kiper gaek tersebut.

Mattia Perin (37 tahun) sendiri sudah diperkenalkan sebagai salah satu pemain terbaru klub Liga Italia Juventus untuk musim depan. Sang kiper sebelumnya bermain untuk Genoa, dengan catatan 37 penampilan dan 12 clean sheet dan mulai dibandingkan dengan Gianluigi Buffon.

Harapan besar untuk melihat sosok Buffon selanjutnya mulai dialamatkan kepadanya karena masih berusia muda. Keduanya berasal dari negara yang sama, Italia, makin membuatnya disamakan. Buffon sendiri main di Juventus selama kurang lebih 17 tahun.

Penampilan gemilangnya membuatnya menjadi salah satu kiper terbaik di dunia meski tak sampai juara Liga Champions sekalipun. Sosok kiper baru Bianconeri, Mattia Perin, lantas mengaku tak bisa melakukan hal yang sama dan menilai hal itu mustahil bisa terjadi.

“Bisa meniru apa yang Gigi lakukan itu sulit sekali cui, bahkan mustahil bisa terjadi,” ujar Perin dengan pesimis abis saat konferensi pers pertamanya di Juventus, melalui Goal.

Advertisement

“Dia itu adalah sosok penjaga gawang yang paling berbakat dalam sejarah sepakbola dunia. Dia adalah titik acuan untuk semua kiper muda. Bisa berlatih bersamanya adalah sebuah keistimewaan dan kebanggaan untuk saya pribadi,” lanjutnya.

“Saya sendiri bisa memahami keputusannya untuk pindah klub. Tahu bahwa dirinya adalah sosok yang kompetitif dan suka tantangan baru,” bela Perin terkait keputusan Buffon ke PSG.

“Hanya seorang juara setinggi dirinya sajalah yang bisa menerima tantangan seperti bermain di atas umur 40 tahun,” pungkasnya dengan kagum.