Maurizio Sarri Punya Ambisi Bukan Pengkhianat

Maurizio Sarri Punya Ambisi Bukan Pengkhianat

Gila Bola – Mantan pemain Juventus, Marco Borriello menyatakan kalau Maurizio Sarri bukan seorang pelatih yang pengkhianat.

Sebelumnya, Maurizio Sarri pernah melatih Napoli dan bersama Partenopei ia menghabiskan karier kepelatihannya selama tiga musim. Hal itu usai dirinya mendapatkan kepercayaan dari Aurelio De Laurentiis yang membawanya dari Empoli.

Tapi sang pelatih memutuskan untuk menyudahi masa kerjanya dengan Napoli pada tahun 2018 lalu. Di mana, Sarri justru memilih untuk berpetualang di Liga Inggris dengan menerima tawaran Chelsea. Usai berhasil membantu The Blues menjuarai Liga Europa. Ia memutuskan kembali berkarier d Italia dengan menerima tawaran melatih Juventus.

Sedangkan, Si Nyonya Tua dan Napoli merupakan rival di Liga Italia. Menariknya kedua tim akan saling berhadapan dalam final Coppa Italia musim 2019/2020 pada Kamis (18/6) dini hari.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Namun menjelang partai bergengsi tersebut, Aurelio De Laurentiis yang kini menjabat sebagai presiden klub Napoli memanaskan tensi pertandingan di luar lapangan dengan menyebut Maurizio Sarri telah ‘memaksanya’ untuk berganti pelatih saat itu.

Marco Borriello yang pernah malang melintang dengan memperkuat sejumlah klub di Liga Italia selain Juve seperti Milan, Sampdoria, AS Roma, Atalanta, Cagliari dan SPAL. Menegaskan kalau Maurizio Sarri hanya mengikuti ambisinya saja dan bukan seorang pengkhianat.

Berbicara kepada Tuttosport, ia mengatakan kalau dirinya adalah orang yang terakhir yang membicarakan ini, mengingat jumlah tim yang telah ia bela. Baginya, banyak orang sering membicarakan tentang pengkhianat, alih-alih itu hanya sebuah ambisi.

Borriello menyebutkan jika siklus Sarri di Napoli telah terakhir. Dan jujur saja, siapa yang akan menolak jika mendapatkan panggilan melatih dari klub seperti Juventus?.

Sekedar informasi, selama tiga musim berada di Napoli Sarri belum pernah mempersembahkan trofi bergengsi untuk klub yang bermarkas di San Paolo tersebut. Sedangkan di Juventus, di musim pertamanya ia hanya mampu membawa klubnya menjadi runner-up di Supercoppa Italiana.

Menarik untuk di tunggu apakah Maurizio Sarri bisa mempersembahkan gelar juara Coppa Italia atau tidak untuk Si Nyonya Tua pada musim ini.