Site icon Gilabola.com

Merasa Dibohongi, Kevin De Bruyne Kritik Antonio Conte Usai Tinggalkan Napoli

Kevin de Bruyne dan Antonio Conte

Kepergian Antonio Conte dari Napoli ternyata tidak membuat semua orang di klub merasa kehilangan. Kevin De Bruyne justru melontarkan kritik keras kepada mantan pelatihnya itu hanya beberapa hari setelah perpisahan mereka.

Gelandang Belgia tersebut mengaku tidak pernah benar-benar cocok dengan cara bermain yang diterapkan Conte selama menangani Napoli.

Conte sebenarnya sempat membawa Napoli meraih Scudetto pada musim pertamanya. Namun musim berikutnya berjalan jauh lebih berat. Napoli gagal mempertahankan gelar Serie A setelah finis di posisi kedua dengan selisih 11 poin dari Inter Milan.

Perjalanan mereka di Liga Champions juga berakhir mengecewakan karena tersingkir sejak fase liga. Satu-satunya trofi yang berhasil diamankan adalah Supercoppa Italiana sebelum Conte dan klub sepakat mengakhiri kerja sama di akhir musim.

De Bruyne Soroti Gaya Bermain Napoli

Musim perdana De Bruyne di Napoli juga tidak berjalan mulus. Cedera paha serius yang dialaminya pada Oktober membuat sang gelandang harus menepi selama empat bulan.

Akibatnya, pemain berusia 34 tahun itu hanya tampil dalam 21 pertandingan dengan catatan lima gol dan empat assist.

Dalam wawancara bersama Het Nieuwsblad menjelang Piala Dunia musim panas ini, De Bruyne mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan sepak bola menjadi masalah utama antara dirinya dan Conte.

“Jelas situasinya sulit bagi saya karena Conte memiliki visi sepak bola yang sangat berbeda dengan saya. Sejujurnya, saya tidak pernah mendapat kesempatan bermain di posisi yang saya sukai. Meski begitu, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim,” ujar De Bruyne.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Kritik De Bruyne tidak berhenti di situ.

Ia menilai Napoli bermain terlalu defensif sepanjang musim dan menyebut pendekatan tersebut membuat potensi tim tidak berkembang maksimal.

“Kami bermain sangat defensif. Jika Anda mencoba memenangkan setiap pertandingan dengan selisih satu gol menggunakan formasi 4-5-1, maka Anda memainkan tipe sepak bola tertentu. Pada awal musim kami bahkan bermain lebih dalam lagi. Penyerang tengah kami hanya mencetak 10 gol, jadi statistik tim memang tidak akan terlihat bagus,” katanya.

Tak Keberatan Conte Pergi

Saat ditanya apakah dirinya senang melihat Conte meninggalkan Napoli, De Bruyne memberikan jawaban yang cukup tegas.

“Bagi saya, ya. Menurut saya dia memang tidak harus bertahan. Ada sejumlah janji musim panas lalu mengenai cara kami akan bermain, tetapi pada akhirnya tidak banyak yang benar-benar terjadi.”

“Saya menyayangkan hal itu. Sepak bola seharusnya menyenangkan dan saya merasa aspek itu tidak ada. Tidak ada gunanya berputar-putar, kami memang memiliki pandangan sepak bola yang berbeda. Saya tidak pernah bermain di posisi saya di bawah Conte.”

Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas ketidakpuasan De Bruyne terhadap perannya selama berada di Napoli.

Masa Depan Mulai Dipertanyakan

De Bruyne juga membuka kemungkinan untuk meninggalkan Napoli pada bursa transfer musim panas ini.

Meski masih memiliki kontrak satu tahun lagi, mantan bintang Manchester City itu mengaku ingin berbicara dengan pihak klub mengenai masa depannya.

“Saya masih memiliki satu tahun kontrak, tetapi saya ingin membicarakannya. Tahun lalu banyak pembicaraan mengenai cara kami bermain dan apa yang akan kami lakukan, tetapi tidak ada yang benar-benar terjadi,” tuturnya.

Untuk saat ini, fokus De Bruyne beralih ke Piala Dunia. Ia masuk dalam skuad Belgia bersama Romelu Lukaku, Jeremy Doku, dan Thibaut Courtois.

Opini Gilabola.com

Kritik Kevin De Bruyne menunjukkan bahwa keberhasilan meraih trofi tidak selalu berarti semua pemain merasa puas dengan situasi di dalam tim.

Perbedaan filosofi antara pemain kreatif seperti De Bruyne dan pelatih yang mengutamakan keseimbangan defensif seperti Antonio Conte memang kerap sulit dipertemukan.

Jika komunikasi dan janji yang disampaikan sejak awal tidak berjalan sesuai harapan, gesekan semacam ini hampir tak terhindarkan.

Exit mobile version