Milan Lakoni Awal Musim Terburuk dalam 81 Tahun Terakhir

Milan Lakoni Awal Musim Terburuk dalam 81 Tahun Terakhir

Gilabola.com – Milan lakoni awal musim mengerikan kali ini, setelah sebelumnya mengalami hal sama 81 tahun silam.

Tekanan terhadap pelatih Marco Giampaolo pun semakin besar setelah mereka kalah dalam empat pertandingan dari enam laga Serie A yang dilakoni musim ini. Fakta inilah yang membuat Rossonerri tercatat jalani awal musim terburuk dalam 81 tahun terakhir tersebut.

Terakhir kali skuad Rossoneri kalah dalam empat dari enam pertandingan di awal musim Serie A, adalah pada musim 1938/39. Hal inipun mengulang cerita buruk yang sama di musim 1930/31 sebelumnya. Demikian data OptaPaolo yang dilansir Goal.com.

Jika Rossonerri tak juga menang saat mereka tandang ke Genoa pada akhir pekan ini, maka pengurus klub akan memanggil pelatih Giampaolo – dan kemungkinan besar memecatnya, hanya dalam waktu singkat.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Saat ini, pelatih 52 tahun tersebut baru memandu tujuh pertandingan yang dilakoni Rossonerri di Serie A. Namun, jelang laga di Stadio Luigi Ferraris – kandang Genoa, posisi Milan sudah terjun bebas ke peringkat 16 dengan hanya kantongi poin enam!

Giampaolo sebelumnya menggantikan Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala di San Siro setelah klub itu akhiri musim lalu di peringkat kelima Serie A musim 2018-19, nyaris kehilangan tempat di Liga Champions musim ini.

Skuad Giampaolo awali musim ini dengan kekalahan 0-1 dari Udinese, sebelum akhirnya berhasil pulih dan menang di dua pertandingan berikutnya, yakni saat mereka hadapi Brescia serta Hellas Verona dengan margin kemenangan sama, 1-0.

Namun, setelah dua kemenang itu, Rossonerri malah kalah dalam tiga laga terakhir, di mana mereka juga alami kekalahan atas rival sekotanya, Inter, 0-2, dan juga Torino, dengan skor 1-2. Ini terjadi sebelum akhirnya mereka alami kekalahan lebih memalukan di kandang sendiri, dengan skor telak 1-3.

Marco Giampaolo mengakui, tekanan itu jelas-jelas telah memengaruhi timnya. Tapi, ia bersikeras masih punya harapan untuk tetap menukangi Milan. “Saya bertanggung jawab, tentu saja, tapi saya tetap maju karena saya percaya pada ide-ide saya,” ujar Giampaolo kepada Sky Sport Italia yang dilansir Football Italia.

“Hal yang membuat saya kesal, tim bermain di San Siro seperti tidak pernah latihan bersama-sama. Anda bisa kalah, tetapi tidak seperti itu. Hingga tiga hari yang lalu, saya menyukai penampilan tim, dan melihat respons baik mereka saat hadapi Torino (saat kalah 1-2),” ungkapnya.

“Malam ini, mereka alami tekanan besar, mereka merasa sangat butuh kemenangan, dan saya juga minta mereka bermain all out untuk menang, bukan menunggu. Kami harus membuat acara sendiri. Sebaliknya, tekanan membebani kami, kami tegang, tidak bereaksi cukup cepat dan jelas-jelas merasakan tekanan itu,” tambah Giampaolo.