Paolo Maldini Geram Dengan Ralf Rangnick

Paolo Maldini Geram Dengan Ralf Rangnick

Gilabola.com – Direktur teknik AC Milan, Paolo Maldini menyatakan ia meminta agar Ralf Rangnick dapat pelajari rasa hormat dengan baik.

Sebagaimana diketahui, Ralf Rangnick musim depan dikabarkan akan menjadi pelatih kepala Rossoneri. Namun sebelum menandatangani kontrak, ia meminta sejumlah syarat.

Di mana, salah satunya adalah menginginkan kekuatan manajerial secara penuh. Ditambah lagi masa depan Paolo Maldini saat ini juga sedang tidak pasti di San Siro. Pasalnya, CEO AC Milan, Ivan Gazidis tampaknya akan memberikan kekuasaan untuk Rangnick di klub. Tentu saja hal ini akan mengubah situasi di klub.

Tak hanya itu saja, ketika sudah resmi melatih mantan pelatih RB Leipzig itu juga meminta pengaruh tertentu. Hal ini dikarenakan ia membutuhkan kekuatan untuk membuat AC Milan benar-benar menjadi tangguh.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Namun, keinginan Ralf Rangnick langsung mendapatkan kecaman dari Maldini. Di mana legenda AC Milan itu menilai ia sudah menyerang jajaran direksi klub dan pelatih Stefano Pioli saat ini, yang mana mendapatkan kontrak reguler dari klub.

Berbicara kepada kantor berita ANSA, ia mengatakan karena ia belum pernah berbicara dengan Rangnick, ia tidak mengerti atas dasar apa pernyataan yang telah dibuat, karena Maldini merasa tidak pernah diberitahu apa-apa.

Ia menyebut sebetulnya pria asal Jerman itu telah berbicara tentang peran dengan kekuatan manajerial di bidang olahraga dan teknis. Di mana sudah menyerang area di mana para profesional bekerja dengan kontrak reguler.

Jadi ia punya saran untuknya, di mana sebelum belajar bahasa Italia, maka ia harus meninjau konsep-konsep umum penghormatan. Karena ia menyebut ada rekannya meski alami banyak kesulitan saat ini, namun sedang menyelesaikan musim ini dengan cara profesional.

AC Milan sendiri saat ini masih menemperi urutan ke 7 klasemen sementara dengan raihan 36 poin dari 26 kali bertanding di Liga Italia. Dan musim depan mempunyai peluang untuk tetap bermain di level Eropa, jika kompetisi kembali bergulir.