Pelatih Cagliari Bantah Dirinya Tidak Pentingkan Lini Pertahanan

Di Francesco Bantah Tidak Peduli dengan Lini Belakang

Gila Bola – Pelatih Cagliari, Eusebio Di Francesco membantah bahwa dirinya tidak pernah mementingkan tentang lini pertahanan dan hanya memberikan fokus pada lini depan saja.

Sempat dianggap sebagai pelatih yang terlalu mementingkan permainan menyerang yang lebih suka melihat timnya selalu berusaha mencetak gol lebih banyak dari lawannya, Eusebio Di Francesco dengan tegas menolak anggapan tersebut. Pelatih yang musim ini menangani Cagliari mengakui dirinya tetap sangat menghargai pentingnya bertahan seperti gaya klasik dari sepak bola Italia.

Di Francesco mengungkapkan kegusarannya kepada media dalan konferensi persnya menjelang partai Serie A antara Cagliari menghadapi Crotone. Sang pelatih sepertinya menyampaikan pendapatnya setelah melihat tren yang sudah mulai berubah di Italia saat ini, dimana tim yang banyak mencetak gol tanpa terlalu fokus dengan lini belakang tetap mendapat pujian tinggi.

Sementara sang pelatih mengaku bahwa dirinya sempat sering mendapatkan kritik karena pendekatan permainan menyerangnya sempat disebut terlalu mirip dengan Zdenek Zeman. Padahal bagi Di Francesco, solidnya lini belakang sebenarnya hal yang penting baginya, terbukti saat dia mampu membawa Sassuolo tampil di kompetisi Eropa, lini belakang mereka saat itu jadi salah satu yang terbaik di Serie A.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Lebih lanjut, sang pelatih juga menambahkan bahwa penampilan tim terbaik datang dari organisasi pertahan yang bagus pula. Karena itulah saat ini dirinya masih ingin agar timnya bisa tampil lebih baik lagi kedepannya.

Bentuk dari pedulinya seorang Di Francesco terhadap lini belakang bisa juga dilihat dari kengototannya memboyong Diego Godin dari Inter Milan. Kehadiran bek veteran asal Uruguay, dinilai menjadi salah satu pergerakan transfer terpenting bagi tim asal Sardinia pada musim ini.

Cagliari sendiri musim ini memang masih belum terlalu konsisten dalam bermain terutama menggalang lini belakang yang solid. Anak asuh dari Di Francesco hanya mampu menorehkan satu kemenangan, satu kali hasil imbang dan dua kali kekalahan dari total empat partai yang sudah mereka lalui.

Tidak hanya itu, dalam empat laga awal, Cagliari baru mencetak enam gol namun sudah kemasukan 10 gol. Namun, rekor kemasukan mereka bukan yang terburuk saat ini di Serie A.