Pelatih Juventus Ragu Tentukan Pendamping Cristiano Ronaldo

Pelatih Juventus Ragu Tentukan Pendamping Cristiano Ronaldo

Gilabola.com – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, masih ragu-ragu tentukan pemain yang akan dampingi Cristiano Ronaldo saat timnya bertemu Inter di Derby D’Italia yang digelar di Giuseppe Meazza, Senin (7/10) dinihari WIB.

Mantan bos Chelsea ini terpecah antara Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain, terutama setelah penampilan menjanjikan Higuain belakangan ini. Prospek tiga serangkai pun cukup menarik bagi Sarri.

Pertemuan dua raksasa Italia itupun akan digelar Minggu malam waktu setempat, atau Senin dinihari WIB. Juventus akan lakukan perjalanan ke Giuseppe Meazza yang belum terkalahkan di Serie A, walau membuntuti tuan rumah mereka dengan dua poin. Hasil imbang tanpa gol di Fiorentina pada September lalu menjadi satu-satunya kesalahan Si Nyonya Tua.

Sementara itu, Inter menikmati perjalanan yang mulus. Setelah direvitalisasi Antonio Conte, Nerazzurri lakoni awal musim yang sempurna di kompetisi domestik dengan bukukan enam kemenangan dalam enam pertandingan, dan torehan ini menjadi yang pertama kalinya sejak 1966 lalu.

Pertama Kalinya Terpaut Cukup Dekat Sejak Desember 2017

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Inter bahkan berhasil mengalahkan rival sekota mereka, AC Milan, dan klub ibukota, Lazio. Titik maksimum lainnya dipastikan akan mengirim pesan yang jelas, dan ini wajib diantisipasi pelatih Juventus.

Kali ini kedua tim torehkan jarak yang paling dekat yang pernah mereka bukukan jelang Derby d’Italia, terhitung sejak Desember 2017. Sejarah mereka kembali ke tahun 60-an dan lakoni persaingan yang lebih sengit setelah Calciopoli, di mana Juventus kehilangan gelar juara musim 2005/06 mereka, dan diberikan kepada Inter. Sejak saat itu, klub kota Milan itu berhasil bukukan empat kemenangan dalam sekitar 25 pertandingan.

Pertemuan musim ini menjadi bentrokan antara dua ideolog sepakbola yang berbeda: Conte dan Sarri. Pendekatan pragmatis dan disiplin taktis Conte membongkar dinasti Turin yang ia coba bangun. Gaya abrasif dan blak-blakannya, terbukti dalam kekakuan defensif menghasilkan dividen. Inter sendiri membanggakan rekor pertahanan terbaiknya sejauh ini, yang hanya kebobolan dua gol.

Sepakbola Sarri yang dinamis dan berbasis kepemilikan menandai terobosan dalam tradisi di Juventus. Manajer yang suka merokok itu terkenal dengan brand sepakbola yang atraktif, menarik dan suka menyerang, berdasarkan pada kepemilikan yang kuat, pergerakan dari bola, serta banyak operan cepat dan pendek di lapangan.

Awal Sarri bersama Bianconeri di musim ini tak menghasilkan keajaiban yang diharapkan, tapi membawa beberapa kemenangan penting di papan klasemen, seperti yang ia lakukan di Chelsea. Pelatih berusia 60 tahun itu juga belum menemukan barisan terkuatnya, terutama di lini serang. Bahkan ia masih ragu-ragu mengenai siapa yang turun ke lapangan bersama Ronaldo.

Ubah Formasi Karena Masalah Cedera

Rentetan cedera pemain di lini belakang memaksa Sarri untuk mengubah formasi. Alih-alih terapkan sistem 4-3-3 pilihannya, pelatih Juventus asal Italia ini lebih memilih skema berlian 4-4-2 dalam pertandingan terakhir. Trio Miralem Pjanic, Sami Khedira dan Blaise Matuidi tampaknya akan menjadi pemain pilihan di lini tengahnya. Sementara Aaron Ramsey dan Federico Bernardeschi bersaing di belakang kemitraan yang mencolok.

Dengan Ronaldo di sebelah kiri, Higuain dan Dybala mengantar slot lainnya. Higuain dimainkan di laga melawan Bayer Leverkusen di Liga Champions tengah pekan ini, dan mendapat keuntungan dengan mencetak gol pembuka Bianconeri. Gol itu membuat koleksinya di musim ini menjadi dua gol.

Sementara dalam dua pertandingan Juve sebelumnya, Dybala dan Ronaldo menunjukkan chemistry di antara mereka. Dalam pertandingan terakhir melawan Leverkusen, Dybala membuat dampak instan setelah bermain dari bangku cadangan, di mana ia sodorkan umpan akuratnya kepada superstar asal Portugal itu yang akhirnya bukukan gol ketiga dalam pertandingan itu.

Walau belum mencetak gol, Dybala sudah menyumbangkan dua assist dalam pertandingan beruntun. Demikian diulas It’s Round and It’s White.

Pelatih Juventus yang juga mantan arsitek Napoli itu telah menolak saran agar dia mainkan ketiganya bersama-sama di awal pertandingan. Dia khawatir, hal itu akan mengganggu keseimbangan timnya.

Meskipun hal itu tidak sepenuhnya akurat, tapi mengorbankan gelandang serang bisa menjadi solusi. Dalam hal ini, Ramsey. Dengan Khedira dan Matuidi, Si Nyonya Tua dijamin memiliki perlindungan di lini tengah, dan memungkinkan Pjanic untuk mendikte permainan dari dalam. Dybala sendiri akan berada di belakang Ronaldo dan Higuain. Bisa dipastikan, ketiganya akan senang dengan formasi itu.