Pelatih Udinese Luca Gotti Sebut Laga Imbang 4-4 Melawan Lazio Bak Rollercoaster

Manajer Udinese Luca Gotti menyebut bahwa hasil imbang 4-4 ​​melawan Lazio adalah seperti rollercoaster raksasa dan mantan asisten Maurizio Sarri itu juga mengungkapkan rahasia taktiknya yang mampu merepotkan pertahanan tim ibukota Italia tersebut.

Itu merupakan pertandingan yang mendebarkan dan luar biasa di Stadion Olimpico, laga yang menghasilkan drama delapan gol dan tiga kartu merah dalam laga imbang 4-4 Lazio kontra Udinese pada Jumat (3/12) dini hari WIB di laga lanjutan Serie A Italia.

Tim tamu sempat menikmati keunggulan 1-3 di babak pertama. Beto mencetak gol sundulan melalui umpan Mato Jajalo, sebelum mengemas brace saat melakukan solo run kencang tanpa bisa dikejar Manuel Lazzari dan Francesco Acerbi. Ciro Immobile sempat memperkecil skor, tapi Nahuel Molina mencetak gol ketiga Zebrette lewat serangan balik.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Udinese kemudian malah berbalik tertinggal 4-3 ketika tuan rumah comeback melalui penyelesaian Pedro dari dalam kotak penalti, tembakan ke pojok atas gawang dari Sergej Milinkovic-Savic, serta sundulan Francesco Acerbi dari tendangan bebas Toma Basic.

Beruntung tim tamu akhirnya berhasil menyamakan skor di menit ke-90+9 melalui kerjasama dua pemain pengganti. Dari situasi tendangan bebas di tepi kotak penalti, Fernando Forestieri memilih melakukan umpan tarik mendatar yang langsung disambut dengan tendangan keras oleh Tolgay Arslan.

Pelatih Udinese Luca Gotti berkata usai pertandingan, “Pertandingan ini seperti rollercoaster raksasa. Ketika Anda unggul 3-1, Anda seharusnya bisa lebih berbahaya dalam situasi itu karena Anda bisa melakukan serangan balik, jadi ini sungguh mengecewakan bahwa semuanya malah berbalik.”

Luca Gotti adalah asisten manajer Sarri di Chelsea, tetapi perubahan taktiknya menjadi 4-4-2 dengan Isaac Success dan Beto di depan menyebabkan masalah besar bagi Lazio. Dia kemudian ditanya tentang rahasia taktiknya di Olimpico dan dia menambahkan, “Saya tahu Lazio memiliki tekanan yang sangat tinggi, jadi saya ingin memiliki dua striker yang bisa menyerang ruang dan melakukan serangan balik.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO