Pemain Juventus Kelelahan, Sarri Mainkan Tim U-23 Lawan AS Roma

Juventus akan mainkan pemain lapis kedua melawan AS Roma

Gilabola.com – Maurizio Sarri mengakui bahwa timnya kini butuh istirahat, membuat dirinya siap memainkan skuad Juventus U-23 dalam laga terakhir mereka melawan AS Roma Minggu (2/8) WIB mendatang.

Juara Italia tampil lesu dalam kekalahan 2-0 mereka dari Cagliari dalam laga lanjutan Serie A Kamis (30/7) WIB, saat manajer 61 tahun mengeluhkan padatnya jadwal timnya yang harus bermain lima kali dalam 12 hari.

Bianconeri sebelumnya telah mengamankan gelar Serie A dan berharap di sisa laga musim ini bisa membantu Cristiano Ronaldo untuk mengejar gelar top skor yang saat ini tertinggal empat gol dari Ciro Immobile yang sekaligus memimpin sepatu emas Eropa.

Akan tetapi gol-gol dari Luca Gagliano dan Giovanni Simeone di babak kedua memaksa raksasa Turin pulang dalam keadaan tertunduk, yang kini membuat sang manajer Maurizio Sarri memikirkan untuk mengistirahatkan skuad utamanya di laga terakhir kontra Roma.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

“Masalahnya adalah bahwa kami satu-satunya tim di Eropa yang harus bermain lima kali dalam 12 hari,” kata Sarri kepada DAZN.

“Kita akan melihat bagaimana keadaan kami besok dan apakah kami harus menurunkan tim U-23 secara keseluruhan pada akhir pekan, sehingga semua pemain bisa mendapatkan sedikit istirahat.”

Tentu saja fokus utama Juventus saat ini adalah jelang leg kedua babak 16 Liga Champions melawan Lyon pada 7 Agustus mendatang, saat mereka tertinggal agregat 1-0 dan butuh kemenangan dengan margin dua gol.

Sarri telah merotasi sebagian besar skuadnya malam ini, tetapi masih memainkan Cristiano Ronaldo selama 90 menit, karena ia ingin mengejar gelar Capocannoniere yang dikuasai Ciro Immobile.

“Berbicara dengannya kemarin, dia sangat termotivasi, ingin bermain, benar-benar antusias dan merasa baik. Kami membuat keputusan bersama, dia tahu tubuhnya lebih baik daripada siapa pun.”

“Ronaldo bermain secara naluriah dan tidak bergantung dengan peran pada taktik tertentu, yang juga merupakan kekuatannya, tetapi itu berarti pemain lain harus beradaptasi dengan gerakan Cristiano. Kami melakukannya dengan baik pada malam ini juga, hanya kurang dalam penyelesaian akhir.”