Pemain Kriminal Ingin Ronaldo Kena Kartu Merah, Segala Cara Dilakukan

Pemain Kriminal Ingin Ronaldo Kena Kartu Merah, Segala Cara Dilakukan

Pemain Italia yang pernah ditangkap polisi ini ingin Ronaldo kena kartu merah saat Torino vs Juventus, Sabtu lalu. Tapi gagal total.

Derby della Mole hari Sabtu akhir pekan kemarin berlangsung sengit dengan seorang bek tengah yang suka menyentuh bola dengan tangannya, Matthijs de Ligt, mencetak satu-satunya gol bagi La Vecchi Signora pada 20 menit jelang pertandingan Torino vs Juventus itu usai. Namun sejumlah fakta baru terungkap hari ini bahwa sepanjang laga segala cara coba dilakukan demi mengurangi jumlah pemain Juventus menjadi 10 orang. Ronaldo salah satu korbannya. Nyaris!

Bek tengah Armando Izzo ditugasi mengawal Ronaldo dan dalam salah satu kesempatan ia terjatuh mengerang kesakitan dan berguling dengan ekspresi meyakinkan demi membuat Ronaldo kena kartu merah. Beruntung aksinya gagal. Lihat rekaman adegan dari entah menit keberapa saat lulusan sekolah drama yang kejeblos jadi pemain bola itu memamerkan aksinya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Terungkap juga bahwa terjatuh saat disenggol Ronaldo itu bukan satu-satunya aksi dari Armando Izzo dalam ambisinya untuk mengurangi jumlah pemain Juventus menjadi 10 orang saja. Satu adegan lain juga diposting oleh netizen yang budiman, memperlihatkan Izzo diving saat kena hembusan angin Rodrigo Bentacur pada menit 48 pertandingan di Stadio Olimpico Grande Torino tersebut.

Armando Izzo Pernah Terlibat Kasus Pengaturan Skor

Dari data Wikipedia terungkap bahwa Armando Izzo ternyata seorang kriminal beneran. Pada 23 Mei 2016, Izzo, bersama dengan gelandang Luca Pini dan Francesco Millesi, ditangkap oleh unit polisi anti-mafia di Naples (DDA) setelah dituduh terlibat langsung dengan klan mafia Camorra yang berbasis di Secondigliano dalam mengatur dua hasil pertandingan Serie B, yakni  Modena vs Avellino (1-0) pada 17 Maret 2014, dan Avellino vs Reggina (3-0) pada 25 Mei 2014. Pada 3 Maret 2017, jaksa Federasi Sepakbola Italia meminta Izzo diskors selama enam tahun, juga meminta agar penyitaan hartanya dilakukan, dan menuntut agar ia kena denda Rp 313 juta. Pada 12 April, ia menerima larangan bermain sepak selama 18 bulan dan juga didenda Rp 782 juta. Pada 19 Mei hukuman skorsing atas Izzo dikurangi menjadi enam bulan.