Presiden FIFA Minta Otoritas Sepakbola Italia Hukum Suporter Rasis

Presiden FIFA Minta Otoritas Sepakbola Italia Hukum Suporter Rasis
FIFA president Gianni Infantino says, "There is women's football in Iran but we need Iranian women as well to be able to attend the men's game,"

Gilabola.com – Presiden FIFA meminta Otoritas Sepakbola Italia hukum suporter rasis. Hal itu terjadi lagi di Liga Italia dalam laga Fiorentina lawan Atalanta.

Presiden FIFA Gianni Infantino telah mendesak otoritas sepak bola Italia (FIGC) memberikan larangan tidak boleh menyaksikan pertandingan di dalam stadion kepada para pendukung yang bersalah atas tindakan rasisme setelah terjadi rasisme dalam pertandingan Serie A antara Atalanta dan Fiorentina pada hari Minggu (22/9).

Pertandingan dihentikan sementara setelah bek sayap Fiorentina asal Brasil Dalbert dilaporkan mengatakan kepada wasit Daniele Orsato bahwa ia telah menjadi sasaran pelecehan rasis dari para penggemar di Stadio Ennio Tardini di Parma yang kandang sementara bagi Atalanta saat ini karena Gewiss Stadium sedang direnovasi.

Sebuah pengumuman dibacakan terdengar di pengeras suara stadion yang mendesak para suporter untuk berhenti melakukan pelecehan rasisme dan pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2, kemudian dilanjutkan, tetapi Infantino percaya masalah itu harus ditanggapi dengan lebih serius.

FIFA minta FICG tiru Liga Inggris

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Rasisme harus dilawan dengan pendidikan, kecaman dan diskusi,” kata sang presiden, yang menjadi tamu pada program yang disiarkan oleh stasiun televisi Italia, Rai.

“Anda tidak dapat memiliki rasisme di masyarakat atau di sepakbola. Di Italia situasinya belum membaik dan ini adalah masalah serius.”

“FIGC perlu mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab (atas tindakan rasis) dan melempar mereka keluar dari stadion. Anda perlu meniru Inggris, mereka telah memastikan para pelaku rasis mendapatkan hukuman. Anda tidak bisa takut mengutuk rasis, kami harus memerangi mereka sampai mereka berhenti.”

Pada hari Selasa, Cagliari lolos dari hukuman karena dugaan perilaku rasis oleh penggemar mereka setelah suara monyet terdengar ditujukan kepada striker Belgia Inter Milan Romelu Lukaku.