Radja Nainggolan Curhat Masa Lalu Menyedihkan Di Indonesia

Bintang klub Liga Italia AS Roma berdarah Batak, Radja Nainggolan, curhat kenangan masa lalu menyedihkan saat masih berada di Indonesia. Giboler's sebaiknya siapkan tisu untuk mengusap air mata yang bisa membasahi pipi.
Berita Terkini - Bintang klub Liga Italia AS Roma berdarah Batak, Radja Nainggolan, curhat kenangan masa lalu menyedihkan saat masih berada di Indonesia. Giboler's sebaiknya siapkan tisu untuk mengusap air mata yang bisa membasahi pipi.

Berita Terbaru – Bintang klub Liga Italia AS Roma berdarah Batak, Radja Nainggolan, curhat kenangan masa lalu menyedihkan saat masih berada di Indonesia. Giboler’s sebaiknya siapkan tisu untuk mengusap air mata yang bisa membasahi pipi.

Sosok Radja Nainggolan memang telah mengenang masa lalunya melalui wawancara dengan stasiun televisi Belgia VTM. Bintang klub Liga Italia AS Roma tak sungkan mengungkapkan masa kecilnya yang menyedihkan, keras, tak kenal ampun, namun ikut menempa pribadinya dengan baik.

Dikisahkan jika saat masih kecil dahulu kala, Nainggolan hidup dalam kemiskinan yang memilukan. Saat lagi susah, ayahnya malah meninggalkannya dan keluarganya untuk kembali ke Indonesia. Karuan sang ibu harus bekerja keras demi bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dan Radja cilik.

Radja pernah merasakan susahnya hidup satu bulan tanpa listrik. Ingin berbakti, Rajda lantas berusaha keras untuk membantu ibunya ketika sudah mendapatkan penghasilan sendiri sebagai pemain sepakbola top markotob seperti saat ini.

Radja Nainggolan lantas menceritakan kisah perjuangan sang ibu untuk menghidupi keluarganya. Bukan hanya harus membiayai anak-anaknya, sang ibu juga harus pontang-panting membayar utang keluarganya yang segambreng-gambreng.

BACA:  Direktur Olahraga AS Roma Ogah Gabung ke Barcelona

“Masih ingat jika saat itu ada tiga orang yang tinggal di rumah kami. Ayah saya sudah meninggalkan kami waktu itu. Ibu saya terpaksa harus berjuang membayar banyak utang. Dia mendapat gaji 1.300 euro saja dengan bekerja 10 jam per hari. Kami bisa makan makanan yang sama tiga kali dalam satu pekan. Kami juga dulu pernah hidup sebulan tanpa listrik sama sekali,” kenang Radja Nainggolan dengan perasaan pilu nan menghujam hati. Pedih.

Radja Nainggolan lantas menjadi sangat sayang kepada sang ibu karena masa kecil yang penuh duka tersebut. Sang bintang sempat tidak betah karena ingin pulang bersama keluarganya, namun Radja kemudian terus menguatkan diri dan akhirnya bisa sukses jadi bintang bola yang menggilabola di Italia.

BACA:  Arsenal Tawarkan Aaron Ramsey untuk Gaet Patrik Schick dari Roma

“Saya dulunya sempat tidak mau pergi ke Italia. Saya ingin pulang saja ke Belgia setelah enam bulan berada di Italia, tapi saudara saya meyakinkan untuk terus saja bertahan. Saya mendapat gaji 1.400 euro per bulan di pescara, dan saya jadi bisa mengirimkan 500 euro kepada ibu saya setiap bulannya. ”

Radja sendiri ia utarakan aslinya sudah berusaha memberikan kesempatan untuk menjalin kembali hubungan dengan sang ayah, tapi ia tetap merasa diabaikan. “Ayah saya? Saya sempat pulang ke Indonesia empat tahun yang lalu. Saya ingin memberikan ayah saya kesempatan sekali lagi aslinya. Saya masih ingin bisa memaafkannya. Tapi dia malah mengabaikan saya dan malah meminta uang kepada saya,” lanjutnya lagi.

BACA:  Direktur Olahraga AS Roma Ogah Gabung ke Barcelona

Dikenal bersikap terbuka dan tempramental layaknya seorang bintang gahar, namun Radja Nainggolan juga bisa bersikap baik. Sebagai seorang ayah, Radja ternyata tidak pernah lupa untuk mengantarkan anak-anaknya berangkat ke sekolah dengan teriring doa.

“Saya ini seorang pesepakbola profesional. Saya terus berlatih dan bekerja keras. Saya juga seorang ayah yang setiap pagi tak lupa mengantarkan anak-anak saya ke sekolah. Soal tato dolar di tubuh saya, saya membuatnya di las Vegas dulu. Saat itu saya kalah banyak dalam judi dan saya membuat tato untuk mengingat hari apes itu,” pungkas Radja.

Baek-baeklah kau di sana lae. Teruslah berjuang tak kenal lelah kejar prestasi di dunia bola profesional. Segenap admin gilabola dan giboler’s se-Indonesia ikut mendoakan langkahmu. Berlarilah! Respect.