Rapor Pemain Inter Milan 4-3 Fiorentina: Gol Menit Akhir Beri Kemenangan Dramatis!

Gila Bola – Inter Milan menjalani comeback luar biasa untuk secara dramatis memetik kemenangan 4-3 atas Fiorentina melalui dua gol menit akhir dalam laga lanjutan Serie A pada Senin (27/9) dini hari WIB.

Tuan rumah awalnya sempat dibuat bungkam di awal laga ketika duo Giacomo Bonaventura dan Christian Kouame mengalahkan Aleksandar Koralov dalam duel udara untuk membuka skor bagi tim tamu menit ke-3.

Pasukan Antonio Conte kemudian sempat mendapatkan penalti ketika Lautaro Martinez terlihat jatuh di kotak penalti, tapi wasit kemudian menganulir keputusannya usai melihat tayangan VAR.

Penyerang Argentina itu pada akhirnya bisa menyamakan kedudukan dengan caranya sendiri, menerima umpan Nicolo Barella dan melepaskan tembakan hebat dari luar kotak penalti untuk menyamakan kedudukan.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Bahkan Inter kemudian berbalik unggul ketika Lautaro Martinez lagi-lagi menjebol gawang Bartlomiej Dragowski 12 menit usai jeda, tapi kali ini tembakannya mengenai kaki Federico Ceccherini untuk dihitung sebagai gol bunuh diri.

Tertinggal 2-1 membuat Fiorentina tersengat, membawa pasukan Giueseppe Lachini tiba-tiba mencetak dua gol beruntun melalui Gaetano Castrovilli dan Federico Chiesa, memaksa Antonio Conte melalukan lima perubahan untuk mengejar skor 3-2.

Pergantian yang efektif lantaran Inter berhasil mencetak dua gol beruntun di tiga menit jelang laga bubar untuk memberkan kemenangan 4-3 yang dramatis atas La Viola, dan berikut rapor pemain mereka dini hari tadi di Giueseppe Meazza.

Samir Handanovic – 4.0

Hanya melakukan satu penyelamatan, dan dengan mudah kebobolan tiga gol Fiorentina. Samir Handanovic juga harusnya bisa lebih baik untuk gol Federico Chiesa tapi tangkisannya hanya sedikit mengenai bola yang terus meluncur ke gawangnya.

Aleksandar Koralov – 5.5

Dikalahkan Giacomo Bonaventura dan Christian Kouame untuk gol pembuka Fiorentina. Aleksandar Koralov juga keluar dari posisinya untuk gol Federico Chiesa di area pertahanannya, tapi dia adalah bek dengan kemenangan duel udara terbanyak (4).

Alessandro Bastoni – 6.5

Melakukan 4 tekel dan sangat nyaman dengan bola di kakinya. Hanya di usianya yang masih muda, sebenarnya dia kurang tepat dimainkan di bagian tengah pada tiga bek sejajar karena tidak mampu mengkoordinasi rekan-rekannya dan mengatur pertahanan timnya.

Danilo D’Ambrossio – 6.0

From zero to hero. Danilo D’Ambrossio sejujurnya bersalah atas dua gol terakhir Fiorentina, dengan dirinya begitu kerepotan mengawal Franck Ribery yang tampil sebagai MOTM di Giueseppe Meazza, tapi bek 32 tahun itu membalas dengan mencetak gol kemenangan timnya di akhir laga.

Ivan Perisic – 6.5

Perpaduan dengan Lautaro Martinez di sisi kiri serangan sangat mengancam, melakukan total tiga tembakan sepanjang laga.

Ashley Young – 6.0

Di usianya saat ini, 35 tahun, Ashley Young menawarkan kematangan permainan tapi kesulitan meladeni permainan cepat lawan. Eks Man Utd itu gagal membantu D’Ambrossio untuk mengejar dan menghentikan Franck Ribery mengirim assist untuk dua gol terakhir Fiorentina.

Marcelo Brozovic – 7.0

Mengirim 3 umpan kunci, terbanyak bersama rekannya Nicolo Barella. Selalu bekerja keras untuk memenangkan lini tengah, memiliki 95 persen akurasi umpan, meski dia gagal mengejar Gaetano Castrovilli untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Nicolo Barella – 7.5

Punya statistik identik dengan mitranya di lini tengah, sama-sama mengirim 3 umpan kunci dan 62 umpan, bedanya Nicolo Barella memiliki satu assist untuk gol Lautaro Martinez di akhir babak pertama.

Christian Eriksen – 6.0

Sekali lagi Christian Eriksen benar-benar kesulitan bermain dalam taktik Antonio Conte meski sudah diperankan di peran no.10 di belakang duet striker Inter Milan. Tak heran dia adalah pemain pertama yang diganti bos Italia ketika timnya tertinggal 3-2.

Lautaro Martinez – 8.0

Mencetak gol luar biasa dari luar kotak untuk menyamakan kedudukan, sebelum tembakannya di awal babak kedua memaksa Federico Ceccherini melakukan gol bunuh diri.

Romelu Lukaku – 7.5

Tumbuh luar biasa di bawah asuhan Antonio Conte, bisa mengirim umpan kreatif, membuka ruang, dan sangat baik dalam memanfaatkan kekuatan fisiknya sebagai pemantul bola atau memenangkannya untuk menciptakan peluang bagi dirinya sendiri. Mencetak gol penyama kedudukan 3-3 timnya menit ke-87 memanfaatkan sodoran Achraf Hakimi.

Stefano Sensi – 6.5

Tampil lebih baik dari Christian Eriksen, Stefano Sensi lebih agresif dan lincah dalam membuka ruang, lebih terlibat dalam permainan, dan berani melancarkan tembakan. Melakukan dua percobaan sejak masuk menit ke-64.

Achraf Hakimi – 7.0

Menghidupkan serangan dari sisi kanan, mengirim assist untuk gol Romelu Lukaku.

Radja Nainggolan – 6.0

Memberikan energi ekstra di lini tengah saat Inter mencoba bermain lebih agresif.

Arturo Vidal – 6.5

Lebih banyak terlibat dalam permainan daripada Nainggolan, meski gelandang Chile memang diberi kebebasan lebih untuk membantu serangan.

Alexis Sanchez – 6.5

Umpan crossing-nya ke jantung pertahanan Fiorentina mengawali terciptanya gol penentu kemenangan Danilo D’Ambrossio.