Romelu Lukaku Desak Semua Pihak Lawan Rasisme

Romelu Lukaku Desak Semua Pihak Lawan Rasisme

Gilabola.com – Romelu Lukaku desak semua pihak lawan rasisme. Bintang klub Liga Italia Inter Milan itu juga minta dukungan nyata media sosial.

Romelu Lukaku, bintang Inter Milan, menyerukan semua otoritas sepak bola untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi rasisme. Hal itu ia minta setelah menjadi target terbaru dari aksi pelecehan rasial yang kali ini mencoreng dunia bola Italia.

Sang pemain menegaskan kemenangan Inter melalui tendangan penalti melawan Cagliari pada hari Minggu waktu setempat. Ia kemudian membelakangi fans lawan karena mereka telah menghina dengan nyanyian dan suara monyet kepada mantan pemain Manchester United yang berkulit hitam tersebut.

“Banyak pemain pada bulan lalu telah menderita pelecehan rasial juga.. Saya mendapatkan hal itu kemarin,” tulis Lukaku di Instagram pribadinya pada hari Senin malam.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Sepak bola adalah permainan untuk dinikmati oleh semua orang dan kita tidak boleh menerima segala bentuk diskriminasi yang akan menempatkan kami dalam rasa malu. Saya berharap Federasi Sepak bola seluruh dunia bereaksi kuat pada semua kasus diskriminasi.”

Lukaku juga dilaporkan ABSCBN mendesak perusahaan media sosial untuk mengambil tindakan. “Platform media sosial (Instagram, Twitter, Facebook) perlu bekerja lebih baik dan juga dengan klub sepak bola karena setiap hari Anda melihat setidaknya komentar rasis di bawah posting seorang pemain.. kami telah mengatakan itu selama bertahun-tahun dan masih ada tindakan..”

“Sekarang sudah tahun 2019 bukannya maju kita malah akan mundur dan saya pikir sebagai pemain kami perlu menyatukan pemikiran dan membuat pernyataan tentang hal ini untuk menjaga permainan ini bersih dan menyenangkan bagi semua orang.”

Mantan rekan satu tim Manchester United Paul Pogba baru-baru ini ditargetkan juga dengan pelecehan rasial setelah gagal penalti. Pemain Everton, Moise Kean, ikut terkena pelecehan rasis ketika ia bermain melawan Cagliari untuk Juventus musim lalu, seperti Blaise Matuidi tahun sebelumnya.

Liga Italia tidak menjatuhkan sanksi pada Cagliari untuk kedua insiden, dan mereka juga tidak melakukannya ketika Sulley Muntari dilecehkan oleh penggemar tim yang sama di tahun 2017. Gelandang Pescara itu begitu marah setelah gagal mencoba untuk membuat wasit menghentikan pertandingan. Ia lantas pergi dari lapangan dan diganjar kartu kuning kedua dan diberikan satu larangann pertandingan.”

Romelu Lukaku didukung sekaligus dilawan Cagliari

Sebagai tanggapan terhadap desakan Lukaku, Serie A mengumumkan inisiatif baru yang akan diluncurkan pada bulan Oktober dimana satu pemain dari masing-masing tim akan bergabung dengan tim anti-rasisme sebagai aksi “testimonial yang akan menjadi pembawa nilai penghormatan dan kesetaraan.”

Cagliari bersumpah untuk melakukan segala hal yang dapat dilakukan untuk memberantas masalah ini, tetapi juga sangat mempertahankan reputasi para penggemarnya. “Klub menggarisbawahi, sekali lagi, niatnya untuk mengidentifikasi, mengisolasi, dan melarang orang-orang bodoh yang melakukan tindakan dan perilaku memalukan itu sepenuhnya menentang nilai yang sangat digalakkan oleh Cagliari Calcio dalam semua prakarsa mereka. Setiap harinya,” tulis klub Sardinia itu dalam sebuah pernyataan mereka.

“Cagliari Calcio tidak ingin meremehkan apa yang terjadi tadi malam… Namun dengan tegas menolak muatan komentar keterlaluan dan stereotip konyol yang ditujukan kepada pendukung Cagliari dan rakyat Sardinia, yang sama sekali tidak dapat diterima,” pungkas mereka yang mendukung sekaligus menolak desakan sang mantan Setan Merah.