Romelu Lukaku Kena Ejekan Rasis Pundit TV Italia

Romelu Lukaku Kena Ejekan Rasis Pundit TV Italia

Gilabola.com – Romelu Lukaku kena ejekan rasis pundit TV Italia. Pemain klub Liga Italia Inter Milan itu dinilai boleh diberikan pisang saat terdesak.

Romelu Lukaku sepertinya masih jauh dari kata tenang meski sudah lega jadi pergi dari Manchester United. Belum beberapa bulan di Serie A, ia lagi-lagi kena ejekan rasis yang kali ini dilakukan seorang pundit TV Italia, Luciano Passirani.

Sang pundit langsung banjir hujatan dan larangan tampil di channel TopCalcio24 setelah secara rasial berkomentar pedas soal bintang Inter Milan tersebut. Apa yang ia sampaikan membuat penonton terpelatuck emosi jiwa.

Luciano Passirani yang saat itu menjadi komentator tamu berkata soal sang striker, “Saya tidak melihat pemain Italia seperti Lukaku di tim lain, tidak ada di AC Milan, Lazio, Inter Milan, AS Roma.”

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Dia salah satu yang terkuat dan saya suka sekali dia karena salah satu yang terkuat saat ini. Dia setidaknya dua kali lebih kuat daripada Duvan Zapata dari Atalanta. Mereka ini punya sesuatu yang lebih daripada pemain lain, mereka ditakdirkan untuk mencetak banyak gol dan membawa maju tim mereka.”

“Kalau kalian duel lawan dia satu lawan satu maka kalian pasti akan mati, kalian akan terjatuh ke tanah. Kalian tidak akan apa-apa kalau kalian punya sepuluh pisang dan memberikan pisang itu kepadanya untuk dia makan.”

Direktur TV TopCalcio24, Fabio Ravezzani, buru-buru siarang langsung setelah komentar itu. Ia menegaskan permintaan maaf dan memastikan jika Passirani tidak akan pernah menjadi komentator di televisinya lagi.

Romelu Lukaku dapat permintaan maaf dari sang pundit

Lukaku sudah mendapatkan beberapa insiden rasis sejak memutuskan pindah dari Manchester United ke Inter Milan musim panas ini. Ia mencetak gol untuk kemenangan skor 2-1 saat lawan Cagliari. Saat ia mengambil ancang-ancang eksekusi tendangan, Lukaku mendapatkan teriakan suara monyet.

Passirani sendiri dilaporkan Daily Mail telah meminta maaf atas ucapannya secara langsung. Meski sudah minta maaf, namun hal itu tidak menghentikan gelombang hujatan dan amarah mereka yang menyaksikan acara tersebut.

Ravezzani menambahkan penjelasan melalui Twitter: “Hanya sebagian kecil saja dari percakapan itu yang tersebar luas, telah dipotong dan komentator tamu telah meminta maaf karena dia telah menambah kalimat tak pantas saat mencoba untuk membanyol.”