Romelu Lukaku Pilih Bersyukur Daripada Sedih Diejek

Romelu Lukaku Pilih Bersyukur Daripada Sedih Diejek

Gilabola.com – Romelu Lukaku pilih bersyukur atas kemenangan klub Liga Italia Inter Milan yang ia bela daripada sedih diejek secara rasis.

Romelu Lukaku membuktikan jika ia adalah pemenang pada pertandingan hari Minggu waktu setempat dan bersinar dalam menghadapi beberapa perlakuan jelek dari Fans Cagliari. Ia berhasil tampil dalam membantu tim memimpin ke kemenangan kedua Serie A, meskipun menjadi korban pelecehan rasial.

Mantan pemain Manchester United itu mencetak gol keduanya musim ini setelah tiba dari Setan Merah saat Inter mengalahkan Cagliari skor 2-1 pada hari Minggu. Kemenangan itu dinodai oleh nyanyian rasis yang menyasar sang pemain bertubuh raksasa tapi berhati lembut tersebut.

Nyanyian dan teriakan monyet diarahkan pada dirinya selagi tim masuk untuk mengubah penalti ke-72 di Sardegna Arena. Di tengah ejekan yang semakin meluas, sang striker tersebut memfokuskan pada hal positif di awal hidupnya di bawah kepelatihan Antonio Conte saja.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Saya sangat senang dengan dua kemenangan Liga pertama ini dan tentang kesuksesan malam ini juga. Benar-benar supewwrr…,” ujar Lukaku kepada Inter TV dengan senyum dikulum.

“Saya akui laga tadi merupakan pertandingan yang sulit, kami sampai harus berjuang keras tapi itulah yang harus kita lakukan dalam setiap pertandingan. Saya senang untuk tim dan untuk fans kami juga.”

Romelu Lukaku berharap terus meningkat di Inter Milan

“Untuk mencetak gol dengan mengenakan kostum ini adalah perasaan yang hebat, saya ingin membantu tim bahkan lebih, melalui assist juga tentunya ya manteman. Tujuannya adalah untuk terus seperti ini,” lanjutnya lagi melalui Goal.

Dalam kemitraan dengan Martinez, Lukaku percaya jika mereka akan tetap bekerja lebih baik bersama-sama dari waktu ke waktu. “Ini meningkatkan hasil kami dari minggu satu demi minggu lainnya dan saya senang dengan tujuannya, yang penting sekali bagi kami semua.”

“Sekarang akan ada jeda untuk komitmen tim nasional, akan menjadi penting bahwa kami semua kembali dalam kondisi terbaik kami dan kemudian bekerja lagi dalam persiapan untuk pertandingan di San Siro melawan Udinese dan Slavia Praha (di Liga Champions).”

Manajer Antonio Conte anehnya mengaku tidak mendengar pelecehan rasis yang diarahkan pada Lukaku tapi menekankan penggemar bola bola Italia perlu menunjukkan rasa hormat yang lebih besar kepada para pemain di lapangan. Insiden ini masih menjadi sorotan di dunia bola, khususnya di Serie A.