Ronaldo Dalam Bahaya! Pengadilan Amerika Perintahkan Pengambilan DNA

Ronaldo Dalam Bahaya! Pengadilan Amerika Perintahkan Pengambilan DNA

Cristiano Ronaldo dalam bahaya besar diseret ke pengadilan Amerika setelah otoritas hukum di negeri itu sekitar 10 menit lalu mengumumkan perintah pengambilan sampel DNA bintang Juventus itu.

Pihak berwenang di Las Vegas dilaporkan sudah mengeluarkan surat perintah untuk mendapatkan ekstrak DNA dari Cristiano Ronaldo setelah muncul dakwaan bahwa dia memperkosa seorang wanita berpaspor Amerika di sebuah hotel di kota judi itu.

Departemen Kepolisian Las Vegas ingin melihat apakah DNA yang didapatkan dari tubuh Cristiano Ronaldo itu cocok dengan sampel sperma yang ditemukan pada gaun Kathryn Mayorga, yang telah memasukkan dakwaan perkosaan terhadap striker Portugal itu. Jika ada kecocokan maka kasus ini bisa menyeret Ronaldo ke depan pengadilan Amerika.

The Wall Street Journal mengklaim bahwa polisi telah mengeluarkan surat perintah ke pengadilan Italia, di mana striker Portugal itu saat ini bermain untuk Juventus. Mereka mengutip sumber itu berasal dari ‘petugas penegak hukum yang menangani dalam kasus ini’

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Ronaldo dituduh memperkosa seorang wanita Amerika di kamar hotel Las Vegas sebelum mengatakan kepadanya “Saya biasanya seorang gentleman [tidak main paksa seperti ini],” kata dokumen pengadilan, menirukan percakapan yang terjadi malam itu.

Dalam sebuah posting di Instagram tahun lalu Ronaldo sepertinya muncul untuk membantah insiden itu, mengatakan: “Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak. Apa yang mereka katakan hari ini? Berita hoax, hoax itu!”

Perkosaan itu dilaporkan terjadi pada Juni 2009 di sebuah kamar hotel di Las Vegas. Polisi Las Vegas membuka kembali kasus tersebut setelah Mayorga mengajukan gugatan terhadap mantan pemain Real Madrid itu. Mantan striker Real Madrid dan Manchester United itu selalu membantah tuduhan tersebut.

Pengacaranya mengatakan pada bulan Oktober: “Tuan Ronaldo selalu menyatakan, seperti yang dia lakukan hari ini, bahwa apa yang terjadi pada tahun 2009 di Las Vegas bersifat suka sama suka.”

Mayora berusia 25 tahun saat itu dan bekerja di sebuah klub malam di dalam Palms Casino, di mana Ronaldo, kakak iparnya dan sepupunya berada di area VIP pada 13 Juni 2009.¬†Foto-foto yang bereda menunjukkan Ronaldo dan Mayorga mengobrol sebelum dia mengundangnya naik ke kamar penthouse-nya untuk “menikmati pemandangan Las Vegas”.

Suite kamar Ronaldo memiliki jacuzzi dan sementara Mayorga berganti pakaian, dokumen pengadilan yang dilihat oleh media Jerman Der Spiegel mengklaim Ronaldo masuk ke kamar ganti, menelanjangi dirinya dan meminta Mayorga untuk melakukan aksi seks.

Setelah dugaan insiden tersebut Ronaldo dan Mayorga kemudian mencapai kesepakatan di luar pengadilan, dengan kompensasi sebesar Rp 4,9 Milyar.