Ruud Gullit: Inter dan AC Milan Sudah Kehilangan Identitas

Ruud Gullit katakan dua klub kota Milan, Inter dan AC Milan, kini sudah kehilangan identitas.
Ruud Gullit katakan dua klub kota Milan, Inter dan AC Milan, kini sudah kehilangan identitas.

Gilabola.com – Ruud Gullit katakan dua klub asal kota Milan, AC Milan dan Inter Milan, telah kehilangan identitas walau berkembang lebih baik di sisa musim ini.

Kedua tim papan atas Italia itu akan bertemu pada Senin (5/3) dinihari WIB, di mana Rossoneri yang akan menjadi tuan rumah.

Saat ini, Inter Milan berada di posisi yang lebih baik di papan klasemen sementara Serie A dibanding sang rival, di mana keduanya terpaut tujuh poin. Tapi, AC Milan catatkan rekor tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi di bawah asuhan Gennaro Gattuso, sejak kekalahan di Coppa Italia melawan musuh abadinya tersebut pada Desember lalu.

Bukan hanya itu, AC Milan juga mampu raih kemenangan di lima pertandingan terakhir. Sedangkan Nerazzurri mulai kedodoran di paruh kedua musim ini, walau sempat digadang-gadangkan sebagai salah satu penantang peraih Scudetto di bawah kendali Luciano Spalletti.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Meski berada di luar zona kompetisi Eropa, Milan berpeluang untuk lolos ke Liga Champions jika mampu menjadi juara Liga Europa musim ini. Tapi, pertama-tama mereka harus singkirkan Arsenal di babak 16 besar.

Di pertemuan pertama yang jadikan Inter Milan sebagai tuan rumah pada Oktober silam, skuad Spalletti sukses menyabet tiga poin berkat hattrick Mauro Icardi, walau kebobolan dua gol.

Berbicara jelang laga panas derby Milan ini, Ruud Gullit yang pernah persembahkan tiga Scudetto dan dua trofi Liga Champions dengan berseragam merah-hitam, yakin skuad Gattuso sedang berada di atas angin.

Meski demikian, ia sedikit kecewa karena kedua tim tak bisa berikan permainan terbaik sesuai identitasnya masing-masing. “Milan sedang berada dalam situasi baik. Mereka mampu menang di laga tandang melawan AS Roma. Sedangkan Inter, sedang tidak bermain baik. Namun mereka mampu raih kemenangan,” tandas legenda sepakbola Belanda ini pada Omnisport.

“Ini akan menjadi pertandingan yang panas, seperti biasanya. Laga ini sepenuhnya soal semangat. Kini, soal siapa yang menderita karena melakukan kesalahan untuk pertama kalinya,” tambahnya.

“Jadi, untuk menentukan pilihan [siapa yang keluar sebagai pemenang] akan sulit. Sebab keduanya tidak bermain sepak bola terbaiknya,” tegas Gullit.

“Jika Anda tahu Juventus, Anda akan sadar bagaimana mereka bermain. Anda tahu cara Napoli bermain. Dua tim ini [Milan dan Inter] belum memiliki identitas [bermain], jadi sulit untuk dikatakan [siapa yang jadi pemenang]. Tapi tentu saja saya berharap Milan yang menjadi pemenang,” ujarnya.