Sinisa Mihajlovic Sebut Zlatan Ibrahimovic Kunci AC Milan Bisa Kalahkan Bologna

Gila Bola – Sinisa Mihajlovic menjelaskan perbedaan antara AC Milan dan Bologna dalam kekalahan mereka di San Siro, mengatakan bahwa keuntungan tuan rumah adalah mereka memiliki Zlatan Ibrahimovic di skuad mereka.

Ini adalah awal yang negatif bagi I Rossoblu di musim ini, kalah 2-0 lewat brace bomber gaek Swedia, tetapi setidaknya ini kekalahan yang lebih baik dari kekalahan mengerikan 5-1 yang mereka derita di tempat yang sama beberapa bulan lalu.

Bologna sejatinya juga bukan tanpa perlawanan berarti. Khususnya di babak kedua, Roberto Soriano dan kawan-kawan cukup intens melakukan serangan, memberondong gawang Rossoneri dengan empat tembakan tepat sasaran, sayang semua mentah di tangan Gianluigi Donnarumma.

Sementara Milan yang hanya unggul satu tembakan tepat sasaran lebih banyak berhasil memenangkan pertandingan karena mereka lebih klinis di depan gawang, salah satu faktornya karena keberadaan striker 38 tahun yang berpengalaman di lini depan mereka.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Pertandingan itu cukup seimbang. Mungkin kami tidak cukup percaya pada diri kami sendiri, tetapi para pemain ada di sana dan bertarung sampai akhir, kami menciptakan dua peluang besar untuk mencetak gol,” kata Sinisa Mihajlovic kepada Sky Sport Italia.

“AC Milan memiliki Zlatan Ibrahimovic dan kami tidak. Semua yang diciptakan Milan datang melalui Ibra, jadi dia membuat perbedaan, tapi tim kami melakukan apa yang harus dilakukan.”

“Kami adalah Bologna, mereka adalah Milan, jadi pasti ada periode dalam pertandingan di mana kami harus berada dalam tekanan. Mereka berada dalam kondisi yang lebih baik, tapi kemudian kami menekan mereka secara intens di 15 menit terakhir.”

Menariknya, Sinisa Mihajlovic juga kemudian memberikan apresiasi pada Gianluigi Donnarumma atas upayanya mencegah empat tembakan tepat sasaran timnya, mengaku dia menyesal memberikannya debut saat masih melatih di San Siro dulu.

“Ini salah saya karena memberinya debut, saya muak karena dia melakukan keajaiban setiap kali dia bermain melawan tim saya! Kami kalah, tapi saya senang kami memainkan sepakbola terbuka, menciptakan peluang, dan tidak pernah menyerah.”