Starting XI Roma Saat Francesco Totti Mulai Debutnya, dari Pewaris Ban Kapten Hingga Pelatih Bologna

Tak ada yang mengira Francesco Totti akan bertahan selama 25 tahun di Roma sejak ia memulai debutnya di bulan Maret 1993. Lalu, sekarang di mana rekan-rekan satu timnya saat itu?

Gila Bola – Penyerang Italia itu pertama kali bermain saat mereka menang 2-0 di kandang Brescia pada 28 Maret 1993. Setelah itu, ia tercatat tampil dalam 786 pertandingan untuk klub ibukota Italia tersebut.

Dalam laga debutnya ketika itu, dua gol Giallorossi dibukukan Claudio Caniggia dan Sinisa Mihajlovic lewat tendangan bebas spektakulernya. Lalu, di mana para pemain dalam starting XI tim tersebut saat ini? Berikut ulasan Planet Football:

Giovanni Cervone
Dia merupakan kiper yang kerap berpindah klub, dan tercatat sudah bermain untuk sembilan klub di sepanjang karirnya. Namun, karir terbaiknya terjadi di Roma.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Cervone hanya memenangkan satu trofi dalam karir sepak bolanya, yakni Coppa Italia 1991, bersama Giallorossi. Dia juga tercatat bermain dalam 235 pertandingan selama lebih dari delapan tahun di klub tersebut. Saat ini, Cervone merupakan pelatih kiper di Timnass Lebanon yang cukup bagus.

Luigi Garzya
Garzya memulai karirnya di Lecce, lalu bergabung dengan Roma pada tahun 1991 dan membela Olimpico selama tiga tahun. Namun, Garzya kemudian pindah dan membantu Torino meraih tiket promosi ke Serie A, sebelum akhirnya pensiun di tahun 2005. Sejak saat itu, ia terlibat dalam kepelatihan Timnas Italia, termasuk di timnas U-21.

Aldair
Pemain ini ikut memenangkan Piala Dunia bersama Timnas Brasil di tahun 1994, di samping menjadi pahlawan bagi Roma. Aldair melewatkan karirnya selama 13 tahun di Giallorossi, dan sejak itu masuk dalam Hall of Fame mereka.

Setelah ikut membawa Giallorossi memenangkan gelar juara Coppa Italia dan Serie A yang terpaut jarak 10 tahun – dan yang terakhir bersama Totti, Aldair akhirnya pindah ke Genoa pada tahun 2003. Saat ini, Giallorossi langsung pensiunkan jersey bernomor punggung enam selama satu dekade, hingga akhirnya diberikan kepada Kevin Strootman.

Totti kemudian mewariskan ban kapten dari Aldair, yang akhirnya pensiun di tahun 2010 setelah sempat merumput bersama Murata di San Marino.

Antonio Tempestilli
Salah satu pemain senior yang menentukan di tim Roma saat itu, adalah Tempestilli, yang juga sempat bermain di Inter Milan, sebelum akhirnya pensiun di penghujung musim itu.

Pemain bertahan tersebut kemudian berada di Stadion Olimpico sebagai pelatih, lalu menjadi direktur sampai akhirnya diberhentikan pada tahun 2019.

Silvano Benedetti
Ia menjadi salah satu pemain Torino yang berhasil melaju ke final Uefa Cup di tahun 1992. Namun, Benedetti menutup musim pertamanya di Roma dengan mencetak gol bunuh diri di laga melawan bekas klubnya itu, dalam final Coppa Italia yang berakhir dengan agregat 5-5. Torino akhirnya keluar sebagai pemenang karen unggul gol tandang.

Setelah pensiun, Benedetti kemudian terlibat dalam pengembangan tim muda Torino, sementara putranya Simone berkarir sebagai seorang Football Manager, termasuk  di sepanjang karirnya di Inter maupun Cagliari.

Antonio Comi
Seperti halnya Benedetti, Comi kemungkinan punya hubungan sangat baik dengan Torino, yang pernah dibelanya selama tujuh tahun, seperti lakoni karir lima tahun di Roma.

Sejak tahun 2001, dia dikerapkan di beberapa posisi berbeda di Torino, di mana dia menjadi manajer umum saat ini.

Lalu puteranya, Gianmario, sempat bermain untuk AC Milan dan membela tujuh klub berbeda sebagai pemain pinjaman.

Sinisa Mihajlovic
Salah satu wajah yang paling dikenal sejak debut Totti tersebut, dan salah satu pemain yang memiliki karakter paling berkesan di Serie A dari dua dekade terakhir, adalah Sinisa Mihajlovic. Ia menjadi sedikit saja pemain yang secara sah diklaim bisa mengeksekusi bola mati lebih baik dibandingkan Totti.

Kini, ia menjadi pelatih Bologna untuk kedua kalinya. “Saya menganggapnya sebagai teman saya, meskipun ada satu periode di mana kami tidak saling bicara. Itu terjadi ketika dia tidak datang dalam pertandingan perpisahan saya dengan dunia sepak bola. Saya mengundangnya, tapi dia bahkan tidak menjawab panggilan saya. Bagi saya, rasa saling menghormati itu penting,” tandas pelatih asal Serbia itu yang tetap menilai Totti sebagai ‘pesepak bola Italia terbaik sepanjang masa’.

Valter Bonacina
Bonacina hanya membela Roma selama tiga musim, dan jauh lebih menyukai Atalanta – klub yang diwakilinya selama 10 tahun. Pada tahun 2010, ia menjadi pelatih sementara klub tersebut menyusul pengunduran diri Antonio Conte.

Bonacina juga pernah mengasuh tim U-19 Lazio, tim U-19 Spezia dan klub Serie D, Villa Valle, meskipun saat ini dia tengah menganggur.

Claudio Caniggia
Sebuah teka-teki yang nyata. Caniggia hanya menghabiskan satu musim di Roma sebelum terkena skorsing selama 13 bulan akibat penyalahgunaan narkoba. Secara total, Caniggia sudah bermain untuk 11 klub dalam karirnya, termasuk River Plate, Boca Juniors, Benfica, Dundee dan Rangers.

Pemain sayap yang satu ini merupakan salah satu bintang Italia 90 untuk Argentina, dan hanya absen di final karena skorsing. Terakhir kali ia terlihat di lapangan sepak bola pada tahun 2012, dan mencetak gol untuk Wembley FC di laga melawan Langford di babak penyisihan ketiga Piala FA.

Ada banyak hal yang bisa dibicarakan terkait Caniggia, tapi tak ada satupun yang menyebutkan dia pernah bermain di Piala Dunia.

Giuseppe Giannini
Tampaknya cukup pantas jika Giannini disebut-sebut sebagai Pangeran Roma. Dan, setelah 15 tahun di klub itu, dia akhirnya digantikan oleh Sang Raja, Francesco Totti.

Ia ikut memenangkan gelar Serie A di musim 1982/83, plus tiga trofi Coppa Italia, hingga Giannini masuk dalam Hall of Fame klub di tahun 2013.

Giannini sudah jalani 10 pekerjaan manajerial berbeda sejak tahun 2003, tapi tak pernah menghabiskan lebih dari dua tahun di satupun klub tersebut.

Ruggiero Rizzitelli
Pemain yang digantikan Totti saat ia memulai debutnya di Roma, Rizzitelli, ikut mempersembahkan trofi Coppa Italia untuk klub tersebut, di samping mencetak gol di final Uefa Cup mengalahkan Inter Milan.

Sayangnya, striker itu alami masa-masa sulit setelah ia kehilangan sebagian besar pendapatannya akibat penipuan investasi yang telah menyebabkan pengusaha Gianfranco Lande mendekam di penjara.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaCristiano Ronaldo Yakin Portugal Terhindar dari Kekecewaan Seperti yang Dialami Italia
SelanjutnyaMantap, Juventus Tawarkan Gaji 423 Milyar Demi Bisa Dapatkan Bintang Chelsea Ini