Stefano Pioli Kesal Milan Terlalu Sombong & Remehkan Sembilan Pemain Bologna

AC Milan baru mencetak gol kemenangan di enam menit terakhir pertandingan saat mereka nyaris saja membuang keunggulan dua gol mereka melawan sembilan pemain Bologna.

Stefano Pioli mengakui Milan berhenti bermain dan membuat kesalahan dengan berpikir itu sudah berakhir melawan sembilan pemain Bologna, tetapi menyebut bahwa kemenangan 4-2 timnya sangat penting untuk musim mereka.

Rossoneri sempat unggul 0-2 dengan nyaman di Renato Dall’Ara melalui gol-gol Rafael Leao dan Davide Calabria, tapi 10 pemain Bologna usai kartu merah Adama Soumaoro menit ke-20 justru membuat tim tamu terkejar menjadi 2-2 lewat gol bunuh diri Zlatan Ibrahimovic dan gol Musa Barrow.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Setelah skor menjadi imbang, Bologna harus kembali kehilangan pemain, tapi pemain Milan yang meremehkan sembilan pemain tuan rumah justru yang beberapa kali mendapatkan ancaman gol, sebelum sepakan Ismael Bennacer dari luar kotak penalti menit ke-84 dan gol Zlatan Ibrahimovic menit ke-90 membuat tim tamu mengamankan kemenangan 2-4 yang menegangkan.

Ini adalah pertandingan ke-100 Stefano Pioli bersama Rossoneri, tapi dia tidak merasa senang dengan karakter permainan yang ditunjukkan timnya terlepas bahwa mereka akhirnya mengamankan tiga poin yang berharga dalam upaya perburuan gelar mereka.

“Kami kesulitan, karena kami membuat kesalahan dengan berpikir bahwa pertandingan telah berakhir ketika kami unggul 2-0 dengan keunggulan pemain,” kata taktisi Italia kepada Sky Sport Italia. “Jika Anda berhenti bermain, maka Anda berisiko dalam skenario apa pun. Untungnya, kami menunjukkan kekuatan untuk memulai kembali dan meraih kemenangan. Saat melawan sembilan pemain, itu mengubah mentalitas kami dan kami menjadi terlalu angkuh. Memiliki Giroud dan Ibrahimovic bersama-sama juga membingungkan kami, kami melakukan terlalu banyak umpan silang tanpa tujuan tertentu.”

“Bagaimanapun ini adalah kemenangan yang sangat penting, sangat penting. Kami tahu setelah pertandingan Liga Champions itu sulit melawan tim yang memiliki waktu selama seminggu untuk mempersiapkan diri menuju pertandingan, tetapi kami akan belajar dari pengalaman ini.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO