Tanpa Penonton, Lazio Akan Jadikan Ambisi Scudetto Sebagai Penambah Semangat

Gilabola.com – Meski jika nanti Serie A jadi diteruskan tanpa penonton, Lazio akan memanfaatkan semangat perburuan Scudetto sebagai penambah semangat mereka.

Memang kepastian mengenai kapan Serie A bisa dilanjutkan lagi belum ada hingga saat ini, namun memang indikasi sementara ini lebih mengarah akan dilanjutkannya kembali kompetisi namun tanpa penonton di stadion. Jika memang itu yang terjadi, tentunya bukan hal yang mudah terutama bagi para pemain yang sering memiliki semangat lebih saat bermain di depan penggemar tim mereka.

Akan tetapi, Lazio tampaknya sudah akan siap dengan hal tersebut, seperti yang disampaikan oleh gelandang berpengalaman mereka, Marco Parolo. Menurut Parolo, meski dia dan rekan-rekannya pasti akan kehilangan dukungan dari para fans namun ambisi dari perburuan Scudetto akan dijadikan pelecut semangat bagi I Biancocelesti.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Menurut Parolo dukungan kuat para Laziale selalu membuat mereka merasa unggul 1-0 setiap awal pertandingan, namun hal tersebut kini terancam hilang. Karena itulah mereka harus menggantinya dengan lecutan semangat baru, dan itu adalah gairah untuk meraih target mereka.

“Ada keinginan yang besar untuk meneruskan kembali kompetisi, tapi kami akan sangat kehilangan para penonton. Kami sudah menciptakan sinergi yang luar biasa dengan para pendukung baik kandang maupun tandang,” ucap Parolo kepada Lazio Style Channel.

“Kita tahu kita selalu memulai pertandingan dengan keunggulan 1-0 dan kini kita harus mengganti hal tersebut dengan keinginan kuat untuk menggapai target kami.”

Berjuang Mengejar Gelar Bisa Memberi Semangat Lebih Menurut Parolo

Lebih lanjut sang gelandang menjelaskan bahwa memiliki target target ataupun kesempatan untuk menjuarai sebuah piala atau gelar liga tertentu akan memberikan semangat lebih. Meskipun menggapai target lain seperti lolos ke Liga Champions juga pencapaian yang bagus, namun tentu berbeda dengan memburu gelar juara.

“Saat kamu bertarung untuk sebuah gelar, seperti memenangkan sebuah piala atau Scudetto, kamu memiliki sesuatu yang lebih di dalam dirimu dibandingkan jika kamu bermain hanya untuk mencapai target tertentu, meskipun jika itu masih merupakan target yang prestisius seperti lolos ke Liga Champions.”