Thiago Motta Salahkan Faktor Psikologis Usai Kekalahan Timnya Kontra AC Milan

Spezia dipaksa menelan dua kekalahan beruntun melawan Juventus dan AC Milan kendati mereka memiliki peluang untuk bisa mengambil poin dari dua raksasa Serie A tersebut, dan hasil itu mengecewakan manajer Thiago Motta.

Juru taktik Spezia Thiago Motta menyesalkan faktor psikologis timnya usai kekalahan beruntun kontra Juventus dan yang terbaru AC Milan, menyebut bagaimana timnya justru kemudian mengendurkan serangan dan bermain bertahan setelah berhasil mencetak gol.

Di laga lanjutan Serie A pada Sabtu (25/9) malam WIB, tuan rumah yang sempat tertinggal lebih dulu melalui Daniele Maldini di menit ke-48 berhasil menyamakan kedudukan 10 menit jelang bubaran melalui aksi Daniele Verde.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sayangnya bahwa mereka kemudian membiarkan AC Milan bangkit untuk melakukan serangan dan akhirnya tim tamu berhasil mencetak gol kemenangan di menit ke-88 melalui Brahim Diaz.

Hasil negatif serupa juga dialami Spezia saat melawan Juventus, berhasil comeback 2-1 usai sempat tertinggal lebih dulu, tapi kemudian mereka kalah 2-3 ketika raksasa Turin membalas dua gol lanjutan melalui Federico Chiesa dan Matthijs de Ligt.

Thiago Motta kini menyoroti faktor psikologi timnya yang bermain terlalu dalam setelah berhasil mencetak gol, mengatakan kepada DAZN, “Itu adalah masalah psikologis dan kami bukan satu-satunya tim yang melakukan ini. Kami mencetak gol dengan menyerang dan menyerang, jadi tidak benar begitu kami mencetak gol, kami kemudian bermain lebih defensif dan berhenti melakukan apa yang membuat kami mencetak gol sebelumnya.”

“Kami harus meningkatkan sikap tertentu untuk menghindarkan kami dari hasil serupa. Sangat penting untuk menjadi tim yang lebih konsisten. Hasil membantu untuk tumbuh, tetapi kami tidak boleh mengubah filosofi permainan sepak bola kami. Bertahan saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO