Tiga Alasan Paulo Dybala Tak Layak Menangi Gelar MVP Serie A Musim Ini!

Paulo Dybala menangkan gelar pemain terbaik Liga Italia

Gilabola.com – Pihak penyelenggaran Liga Italia Serie A telah resmi mengumumkan para pemenang penghargaan individu usai musim 2019/2020 berakhir, Juventus sebagai juara dan trio Inter Milan, Atalanta serta Lazio lolos Liga Champions.

Dalam penghargaan tersebut bergengsi tersebut, Wojciech Szczesny memenangkan gelar sebagai kiper terbaik, Stefan De Vrij bek terbaik, Alejandro Gomez gelandang terbaik, dan Ciro Immobile menjadi striker terbaik usai menjadi top skor Liga Italia musim ini dengan 36 gol.

Cristiano Ronaldo harus mengakhiri musim ini dengan tanpa gelar apapun, sementara rekannya di lini depan Paulo Dybala memenangkan penghargaan MVP atau pemain terbaik Serie A musim 2019/2020.

Benarkah itu keputusan tepat memberikan gelar pemain terbaik liga kepada La Joya? Berikut tiga alasan mengapa penyerang Argentina itu tidak layak memenangi gelar MVP musim ini menurut Gilabola.

Statistik Dybala Biasa Saja!

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Menurut catatan transfermarkt, catatan Dybala musim ini hanya 11 gol dan 11 assist. Tentu bukan sesuatu yang istimewa untuk pemain berkaliber penyerang.

Dengan hanya 11 gol, ada 16 pemain yang mencetak gol lebih banyak di liga ketimbang La Joya, sementara soal assist duo Alejandro Gomez (16) dan Luis Alberto (15) juga lebih baik.

Bahkan menurut whoscored, jumlah assist Dybala malahan hanya 6 assist, kalah dari Rodrigo Bentancur dengan 7 assist.

Bukan Pemain Terbaik Juventus

Jangankan pemain terbaik di liga, Dybala bahkan bukan pemain terbaik di Juventus musim ini. Menurut whoscored, rating penyerang Argentina hanya 7.44, terbaik kedua di raksasa Turin (di bawah Cristiano Ronaldo dengan 7.82) dan hanya terbaik ke-9 secara keseluruhan di liga, yang menariknya 6 dari 8 pemain dengan rating di atas Dybala adalah para pemain di usia 30 tahun lebih.

Ada Pemain Yang Lebih Layak

Dari total 33 penampilan di Serie A untuk Juve, Dybala hanya starter 25 kali dan hanya tujuh kali dipercaya Maurizio Sarri penuh selama 90 menit. Artinya bahwa perannya tetap vital bagi klub, tapi performanya tak konsisten.

Sementara ada banyak pemain yang lebih menarik perhatian, seperti Ciro Immobile yang sukses menjadi pemain ketiga dari hanya tiga pemain (Diego Forlan, 2009 & Luis Suarez, 2016) yang berhasil memenangi sepatu emas Eropa di era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sejak tahun 2008, sekaligus menyamai rekor gol tertinggi semusim di Serie A (Gonzalo Higuain, 36 gol).