Transformasi Ronaldo Dari Remaja Kerempeng ke Lelaki Berotot

Transformasi Ronaldo Dari Remaja Kerempeng ke Lelaki Berotot

Berita Bola – Cristiano Ronaldo berubah dari remaja kerempeng 21 tahun menjadi lelaki dewasa berotot pada usia 34 tahun. Mesin seharga Rp 1 Milyar, tak minum alkohol dan makan daging merah adalah rahasianya.

Bagaimana cara memiliki tubuh gagah seperti Cristiano Ronaldo? Silakan bandingkan tubuhnya saat berusia 34 tahun dengan kala ia masih berusia 21 tahun di bawah ini, membela timnas Portugal U21. Jauh benar bedanya, kan?

Transformasi Ronaldo Dari Remaja Kerempeng ke Lelaki Berotot

Ronaldo Miliki Mesin Cryotherapy

Ada beberapa rahasia untuk itu, seperti yang diungkap oleh The Sun. Pertama-tama ia memiliki sebuah mesin senilai Rp 1 Milyar bernama Cryotherapy. Mesin seharga 50.000 poundsterling itu dikenal berhasil membuat keajaiban pada tubuh. Ronaldo membeli satu mesin ini pada tahun 2013 setelah mendengar bahwa teknologinya berhasil menolong menyembuhkan cedera yang diderita winger Bayern Munchen, Franck Ribery.

Berdiri di dalam alat itu selama sekitar tiga menit, nitrogen cair akan membekukan tubuh Ronaldo menjadi antara minus 160 dan minus 200 derajat Celcius. Cryotherapy berguna untuk mengalahkan nyeri otot dan mengurangi pembengkakan, peradangan atau keseleo akibat pertandingan sepak bola. Semua itu memungkinkan Ronaldo bisa lebih cepat siap untuk pertandingan atau sesi latihan berikutnya.

Ronaldo Raja Gym dan Renang

Advertisement
advertisement
advertisement

Ronaldo juga dikenal sebagai raja gym, masih melakukan latihan beban di gym jauh sebelum pemain lain datang dan masih tetap di sana usai sebuah sesi latihan usai. Selain gym ia dikenal sebagai seorang yang gila renang. Sementara pemain lain sudah duduk di depan TV untuk menonton, ia melanjutkan sesi latihan dengan beberapa ratus meter renang di kolam renang pribadinya di dalam rumah yang memiliki panjang 25 meter.

Sang bintang Portugal itu juga selalu berusaha untuk tidur minimal sebanyak 8 jam dalam semalam untuk menjaga kondisi tubuhnya. Ia menolak semua peluang minum alkohol, yang mungkin disebabkan kematian ayahnya saat ia berusia 20-an tahun akibat kecanduan minuman memabukkan tersebut.

Ronaldo Jelaskan Pentingnya Kekuatan Mental

Ronaldo menjelaskan: “Kekuatan mental sama pentingnya dengan kekuatan fisik. Latihan fisik adalah yang paling penting, tetapi menjalani gaya hidup yang santai membantu Anda untuk menjadi yang terbaik yang Anda bisa, secara fisik dan mental.”

“Saya menghabiskan waktu luang saya dengan keluarga dan teman-teman, yang membuat saya santai dan dalam pola pikir positif. Tidur yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil maksimal dari pelatihan. Saya tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, terutama sebelum pertandingan. Tidur sangat membantu otot pulih, sesuatu yang benar-benar penting.”