Ultras Inter Milan Minta Lukaku Maklumi Ejekan Cagliari

Ultras Inter Milan Minta Lukaku Maklumi Ejekan Cagliari

Gilabola.com – Ultras Inter Milan minta Romelu Lukaku memaklumi ejekan rasis fans klub Liga Italia, Cagliari. Budaya suporter di negara itu berbeda.

Bagian dari kelompok Ultras Inter Milan ‘Curva Nord’ telah bersikeras jika nyanyian dan ejekan suara monyet yang ditujukan untuk Romelu Lukaku oleh fans Cagliari tidak dimaksudkan untuk menjadi rasis. Hal ini cukup aneh, mengingat seharusnya mereka membela pemain di klubnya sendiri daripada membela fans klub lawan.

Lukaku, yang menandatangani kontrak untuk Inter dari Manchester United bulan lalu, menuntut tindakan segera dari otoritas sepak bola Italia. Ia protes setelah dilecehkan selama laga kemenangan skor 2-1 di laga hari Minggu waktu setempat.

Sebuah kelompok yang disebut ‘L’Urlo Della Nord’ dilaporkan Sky Sports mengatakan jika Lukaku “harus memahami” bahwa penggemar di Italia memiliki “cara hanya untuk membantu tim kami dan mencoba untuk membuat lawan gugup” dan mereka tidak percaya mereka menjadi rasis karenanya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, kelompok itu berkata: “Hi om Romelu, kami menuliskan pesan kepada Anda atas nama Curva Nord, Ya orang-orang yang sama dengan yang menyambut Anda pada saat kedatangan di Milan. Kami sangat menyesal Anda berpikir bahwa apa yang terjadi di Cagliari adalah aksi rasis.”

“Anda seharusnya bisa memahami bahwa Italia tidak sama seperti kebanyakan negara Eropa Utara lainnya di mana rasisme adalah masalah nyata. Kami mengerti bahwa itu bisa tampak rasis untuk Anda tetapi tidak seperti itu kok aslinya. Caya deh.”

Ultras Inter Milan dapat dukungan tak langsung dari hakim disiplin Italia

“Di Italia kami memang biasa menggunakan beberapa “cara” hanya untuk “membantu tim kami” dan mencoba untuk membuat lawan kami jadi gugup, bukan atas nama rasisme tetapi untuk mengacaukan konsentrasi mereka sajalah.”

“Kami ini adalah organisasi penggemar multi-etnis dan kami selalu menyambut pemain dari mana saja kok. Namun, kami selalu menggunakan ‘cara tertentu’ saja terhadap pemain tim lain di masa lalu dan kami mungkin akan meneruskannya di masa depan. Kami tidak rasis kok dan bukan penggemar Cagliari juga sih.”

Mereka berpendapat bahwa perjuangan melawan rasisme tidak harus dimulai di stadion sepak bola tetapi di sekolah, dan bahwa penggemar berperilaku berbeda di Stadion daripada di dunia luar. Pada hari Selasa, hakim disiplin Liga Italia mengatakan membutuhkan lebih banyak bukti sebelum memutuskan apakah Cagliari harus dihukum, dan hakim Gerardo Mastrandrea bahkan tidak menyebut aksi mereka sebagai “rasis” dalam laporan mingguan yang ia keluarkan. Ck-ck-ck…