Zlatan Ibrahimovic Punya Pilihan 3 Klub Serie A

Zlatan Ibrahimovic Punya Pilihan 3 Klub Serie A

Gilabola.com – Zlatan Ibrahimovic punya pilihan 3 klub Serie A alias Liga Italia. Ia harus memilih antara Bologna, AC Milan atau Napoli.

Zlatan Ibrahimovic (38 tahun) dilaporkan Calciomercato berpeluang merespon panggilan klub Liga Italia. Sang striker Swedia telah mengumumkan keberangkatannya dari Los Angeles Galaxy, dengan siapa ia berada saat ini yang aslinya di bawah kontrak sampai 31 Desember mendatang.

Ibra harus sudah membuat keputusan tentang masa depannya sendiri: pensiun dari sepak bola atau terus bermain, mungkin kembali ke Serie A? Ia harus memilih salah satu antara Bologna, AC Milan atau Napoli untuk ia perkuat jika masih ingin terus berkarir di dunia bola.

Bologna. Menurut Gazzetta dello Sport, Marco di Vaio telah melakukan penerbangan singkat ke Los Angeles untuk menyajikan tawaran untuk Ibra. Diharapkan sang pemai tertarik dengan ide bermain untuk skuad Sinisa Mihajlovic, yang dikenal di Inter. Bologna tahu mereka telah melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan untuk meyakinkan sang pemain. Kini tinggal menunggu dan berharap.

Zlatan Ibrahimovic perlu cepat memilih klub tujuan di Liga Italia

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

AC Milan. Istrinya Ibra, Helena masih jatuh cinta dengan kota Milan dan bisa saja mempengaruhi sang suami untuk memilih Milan. Para manajer Rossoneri tetap berhati-hati untuk mendatangkan Ibra. Boban dan Maldini memiliki lebih dari satu kesempatan untuk menghadapi agennya Raiola: kasus Donnarumma, Bonaventura dan Romagnoli juga dipertaruhkan.

Napoli. Ibra berpeluang tetap terjaga performa dan prestasinya dengan bergabung ke kubu Napoli. Klub yang satu ini masih cukup disegani di gelaran Serie A.

Meski tidak masuk dalam potensi klub tujuan di Serie A, namun Juventus bisa menjadi pilihan tambahan bagi Super Zlatan. Bisa dibayangkan akan seperti apa menakutkan Juve jika Ibra tandem dengan Cristiano Ronaldo dan mengobrak-abrik lini pertahanan lawan mereka.

Yang jadi masalah jelas ego kedua superstar yang belum tentu bisa cepat cocok jika bermain satu tim. Juve akan beruntung jika sanggup membuat kedua pemain kompak tanpa harus sikut-sikutan ingin jadi sorotan.