Bayern Munchen Bikin Chelsea Gigit Jari, Wonderkid-nya Bersinar di Jerman

Bayern Munchen Bikin Chelsea Gigit Jari, Wonderkid-nya Bersinar di Jerman

Berita Liga Jerman - Bayern Munchen tak perlu repot rekrut pemain muda. Wonderkid-nya, Jamal Musiala, bersinar bersama tim reserve di kompetisi tier ketiga Jerman, 3Liga. 

Gila Bola – Bayern Munchen tak perlu repot mencari pemain muda baru. Wonderkid-nya, Jamal Musiala, tampil bersinar bersama tim reserve mereka di kompetisi tier ketiga Jerman, 3.Liga.

Gelandang serang belia itu tampil cukup menjanjikan. Ia direkrut Bayern dari akademi Chelsea musim panas lalu, dan berhasil mencetak dua gol pertamanya untuk raksasa Bundesliga itu.

Dua golnya tersebut juga membawa Bayern menang 2-0 atas FSV Zwickau, dan membuatnya tampil sebagai pencetak gol termuda kedua dalam sejarah kompetisi tersebut, di usianya yang baru 17 tahun 98 hari.

Walau Musiala hanya kurang dari 45 hari dari rekor yang sebelumnya dicetak David Alaba, namun prestasi mengesankan itu tetap menggema di laman media sosial Die Roten. Laman Twitter resmi Bayern misalnya, langsung berbagi foto Jamal dengan emoji yang mengaguminya.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Datang dari Stamford Bridge, Bersinar di Bavarian
Meskipun Chelsea sempat berusaha keras mempertahankan Musiala di Stamford Bridge dengan kontrak jangka panjang, namun pemain muda yang memang lahir di Stuttgart itu akhirnya menandatangani kontrak lima tahun di Bayern Munchen pada 2019 lalu.

Dia ikuti tren banyaknya pemain muda Inggris yang tinggalkan negara mereka dan merumput di Jerman, demi dapatkan tempat di tim inti secara reguler. Dalam daftar tersebut, termasuk di dalamnya Jadon Sancho dan Reiss Nelson. Menariknya, agen yang mewakili Musiala adalah kakak Callum Hudson-Odoi, Bradley.

Hudson-Odoi sendiri pernah menjadi pemain incaran klub raksasa Jerman tersebut, sebelum akhirnya mereka berpaling pada Musiala dan pemain internasional Inggris itu memilih bertahan serta teken kontrak baru bersama The Blues.

Inggris atau Jerman?
Diungkapkan SunSport, walau dia lahir di Jerman, Musiala telah membintangi tim muda Three Lions. Satu hal yang mengejutkan, dia memulai debutnya untuk tim U-15 saat usianya masih 13 tahun.

Sementara untuk tim U-16, dia juga sudah mengoleksi tiga gol dalam sembilan pertandingan, dan menyumbangkan dua assist. Wonderkid Bayern Munchen yang satu ini bahkan tercatat sudah tampil enamm kali untuk Timnas Inggris U-17 dan mencetak dua gol.

Meski demikian, dia mungkin masih meraba-raba terkait masa depannya di sepak bola internasional. Pasalnya, talenta menjanjikan ini juga telah bermain dua kali untuk Timnas Jerman U-16, sehingga tim nasional mana yang akan dibelanya masih dipenuhi tanda tanya.

Pemain Pengganti yang Super
Pada 3 Juni lalu, Musiala memulai debut profesionalnya melawan tim Preußen Münster di 3.Liga – bermain sebagai pengganti dalam kemenangan 3-2 yang diraih skuad reserve Bayern Munchen.

Sepekan kemudian, dia mencetak dua gol perdananya di sepak bola profesional. Di saat Bayern kesulitan untuk memecah kebuntuan di laga melawan FSV Zwickau, Musiala diturunkan di menit ke-57 menggantikan Malik Tillman.

Musiala pun sukses membuat perbedaan dalam laga tersebut, di mana ia berhasil bukukan dua golnya di menit ke-75 dan 85, serta mempersembahkan kemenangan bagi skuad Bayern Munchen.

Pelatihnya, Sebastian Hoeness, memuji permainan keren Musiala dalam laga tersebut. “Bocah itu benar-benar keren. Jika Anda berbicara dengannya sebelum pertandingan, ia tampak fokus, tenang dan pendiam,” ujar Hoeness usai pertandingan.

“Tapi ketika dia masuk lapangan, dia benar-benar meledak. Itulah yang ingin kita lihat dari para pemain muda. Mereka harus bisa mengambil hati anda dan berani. Kami tahu, Jamal punya kualitas hebat di dunia sepak bola. Bocah itu membantu kami, jadi ia pantas mendapat kesempatan,” tambahnya.

“Melawan Zwickau, dia memberi hadiah pada dirinya sendiri dan banyak membantu kami sebagai tim, itu yang membuat saya sangat bahagia,” tandas Hoeness.

Bersinarnya Jamal Musiala di Bayern Munchen ini, tentunya sangat menyesakkan bagi Chelsea – klub lamanya. Apalagi, pelatih Frank Lampard lebih suka mengandalkan pemain muda dan selalu tergiur melihat bintang muda yang bermain ciamik di lapangannya.