Bayern Munchen dan Filosofi Kompany yang Terinspirasi Guardiola, Tapi Bukan Taktiknya

Vincent Kompany secara terbuka menyebut Pep Guardiola sebagai pelatih terbaik yang pernah ia miliki, sekaligus sosok yang paling membentuk cara pandangnya terhadap sepak bola. Pernyataan itu ia sampaikan saat kini memimpin Bayern Munchen, klub yang juga pernah ditangani Guardiola beberapa tahun lalu.

Hubungan keduanya bukan sekadar cerita lama. Setelah melatih Barcelona, Guardiola sempat menangani Bayern sebelum melanjutkan karier ke Manchester City. Di sana, Kompany menjadi kapten tim. Kini, peran berbalik: Kompany berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih Bayern, dengan jejak Guardiola menjadi referensi penting dalam perjalanan kariernya.

“Pelatih terbaik yang pernah saya miliki tentu saja Pep Guardiola. Dia membuka pemahaman saya tentang sepak bola,” ujar Kompany, seperti dikutip dari akun X @iMiaSanMia.

Namun ia menegaskan tidak sedang mencoba meniru mentornya mentah-mentah.

“Saya tidak mencoba melakukan hal yang sama seperti Pep. Pep berbeda, dia yang terbaik. Saya mengambil hal-hal tertentu dari setiap pelatih yang pernah bekerja dengan saya. Roberto Mancini, Huub Stevens juga contoh yang bagus. Anda mengambil sesuatu dari setiap pelatih untuk menulis cerita Anda sendiri.”

Bukan Sekadar Taktik

Menariknya, Kompany justru tidak menempatkan taktik sebagai inti dari warisan Guardiola yang ia serap. Baginya, ada hal yang lebih mendasar dari sekadar formasi atau pola permainan.

“Ini sebenarnya bukan soal taktik. Ini soal mentalitas untuk selalu ingin memenangkan segalanya, melihat setiap pertandingan sebagai laga penting. Tidak ada perbedaan antara pertandingan melawan rival utama dan pertandingan melawan tim dari divisi kedua. Memiliki mentalitas untuk selalu siap di setiap momen.”

Pernyataan itu menggambarkan garis besar filosofi yang coba ia bangun di Bayern: standar yang sama di setiap pertandingan, tanpa memandang lawan. Tidak ada ruang untuk memilih-milih laga.

Mengambil yang Terbaik dari Setiap Pelatih

Kompany juga menyebut dua nama lain yang memberi pengaruh dalam kariernya sebagai pemain: Roberto Mancini dan Huub Stevens. Dari mereka, ia belajar sudut pandang berbeda yang kemudian diramu menjadi pendekatan pribadinya sebagai pelatih.

Stevens, yang dikenal dengan periode panjangnya bersama Schalke, disebut sebagai figur yang memberikan dampak positif dalam perkembangan Kompany. Bagi pelatih asal Belgia itu, setiap pengalaman bekerja di bawah arahan pelatih berbeda adalah bahan mentah untuk membentuk identitasnya sendiri.

Kompany tidak sedang berusaha menjadi Guardiola versi kedua. Ia jelas ingin membangun ceritanya sendiri bersama Bayern Munchen di Liga Jerman. Tetapi satu hal ia akui tanpa ragu: fondasi cara berpikirnya tentang sepak bola banyak dibuka oleh pria yang dulu memimpinnya di ruang ganti Manchester City.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!