Bayern Munchen Makin Tak Terkejar Usai Harry Kane Tambah Koleksi Gol di Der Klasiker

Harry Kane kembali menjadi pembeda ketika Bayern Munchen menaklukkan Borussia Dortmund 3-2 dalam Der Klassiker di Signal Iduna Park, Minggu dinihari tadi. Kemenangan itu membawa Bayern membuka jarak 11 poin di puncak Liga Jerman, dengan sepuluh pertandingan tersisa musim ini.

Dua gol Kane memastikan Die Roten membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal, sebelum Joshua Kimmich menutup laga lewat tendangan voli pada menit ke-87. Gol tersebut lahir hanya empat menit setelah Daniel Svensson menyamakan skor bagi tuan rumah.

Hasil ini bukan sekadar kemenangan prestise. Dengan selisih poin yang kini semakin lebar, Bayern berada di jalur yang sangat kuat menuju gelar liga, kecuali terjadi kemerosotan yang sulit dibayangkan dalam sisa musim.

Respons Bayern setelah Tertinggal

Dortmund membuka keunggulan pada menit ke-26 melalui sundulan Nico Schlotterbeck memanfaatkan situasi tendangan bebas, meski gol itu hadir saat permainan relatif dikuasai Bayern. Schlotterbeck sebelumnya lolos dari kartu merah setelah hanya diganjar kartu kuning akibat tekel keras terhadap Josip Stanišić.

Kapten Dortmund Emre Can harus meninggalkan lapangan sebelum jeda karena dugaan cedera lutut kiri, menambah persoalan bagi tim asuhan Niko Kovač.

Memasuki babak kedua, Bayern Munchen meningkatkan tekanan. Dayot Upamecano nyaris menyamakan skor ketika sepakannya membentur tiang. Gol penyeimbang akhirnya datang pada menit ke-54. Serge Gnabry mengirim umpan silang yang diselesaikan Kane dari jarak dekat.

Gol kedua Kane tercipta dari titik penalti setelah Schlotterbeck melanggar Stanišić. Gregor Kobel sempat menyentuh bola, namun tembakan Kane tetap meluncur ke bawah mistar. Itu menjadi gol ke-30 Kane di Bundesliga musim ini dan gol ke-45 di semua kompetisi.

Striker Inggris tersebut kini mencetak minimal dua gol dalam empat pertandingan beruntun dan mulai mendekati rekor 41 gol semusim yang pernah dicatat Robert Lewandowski.

Drama Akhir dan Pernyataan Kimmich

Dortmund belum menyerah. Daniel Svensson mencetak gol penyama lewat voli keras ke sisi kiri gawang dan merayakannya dengan salto. Namun Bayern merespons cepat. Kimmich melepaskan tendangan voli kaki kiri pada menit ke-87 yang memastikan kemenangan tim tamu.

“Kami punya keunggulan 11 poin, kami tidak akan menyia-nyiakannya,” ujar Kimmich selepas pertandingan.

Ucapan itu mencerminkan posisi Bayern saat ini. Dengan sepuluh laga tersisa, hanya hasil buruk yang ekstrem yang bisa menggagalkan mereka meraih gelar ke-13 dalam 14 musim terakhir sejak Dortmund terakhir kali juara beruntun pada 2012.

Dampak Kekalahan Bagi Dortmund

Bagi Dortmund, kekalahan ini menjadi pukulan kedua dalam sepekan setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Atalanta meski sempat membawa keunggulan agregat 2-0 ke leg kedua playoff.

Pelatih Niko Kovač juga membuat keputusan tak biasa dengan menempatkan Serhou Guirassy dan Ramy Bensebaini di bangku cadangan. Ia menjelaskan bahwa puasa Ramadan memengaruhi kondisi fisik pemain Muslim dalam skuadnya.

“Butuh banyak energi jika tidak bisa makan dan minum sepanjang hari. Data kami menunjukkan ada dampaknya terhadap performa,” kata Kovač.

Pada menit ke-75, Kovač melakukan tiga pergantian, termasuk memberi debut Bundesliga kepada penyerang Italia berusia 17 tahun Samuele Inacio. Namun perubahan itu tidak cukup menghindarkan Dortmund dari kekalahan yang memperlebar jarak dengan pemuncak klasemen.

Dengan situasi klasemen saat ini, kemenangan di Der Klassiker memberi Bayern bukan hanya tiga poin, tetapi juga kontrol penuh atas perburuan gelar Bundesliga musim ini.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!