Bayern Munchen Ragu Menjual Thomas Muller

Bayern Munchen Ragu Menjual Thomas Muller

Gilabola.com – Bayern Munchen ragu menjual Thomas Muller saat sang bintang klub Liga Jerman malah semakin terpinggirkan di bangku cadangan.

Thomas Muller sendiri sudah menjadi sorotan sejak datang dari akademi Bayern Munchen di tahun 2008. Sejak saat itu ia sanggup memberikan klub 8 titel juara Bundesliga, trofi Liga Champions, UEFA Super Cup, FIFA Club World Cup, DFB-Pokal dan DFL-Supercup.

Musim ini Muller belum cetak banyak gol, namun membantu rekan-rekannya dengan 4 assist meski datang dari bangku cadangan. Musim lalu ia main reguler dan menghasilkan 9 gol di semua kompetisi. Wajar jika Muller mulai merasa frustrasi di bangku cadangan.

Bintang klub, Joshua Kimmich, mengaku bisa mengerti penderitaan Muller. Ia memaklumi sikap rekannya yang mulai mempertimbangkan masa depannya di klub atau pindah ke klub lain sejak tak diturunkan dari bulan September.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Muller lantas diprediksi akan meninggalkan klub di bursa Januari dan sudah dikaitkan dengan Manchester United. Bayern sendiri sempat berpikir untuk menjual Muller di bursa selanjutnya, namun tetap tidak yakin dengan keputusan itu.

“Dia adalah figur utama di klub dan berpeluang pergi. Dia juga masih merupakan pemain yang menjadi nomor satu di hati para suporter setia kami,” ujar Kimmich kepada Goal.

Bayern Munchen besar karena jasa Thomas Muller juga

“Saya sendiri juga mengenal Bayern hanya dengan Thomas Muller saja. Tanpa kehadiran dirinya, klub belum tentu bisa maju seperti saat ini. Dia selalu main bagus saat diturunkan.”

“Di laga sebelumnya dia bahkan membantu terjadinya gol untuk tim. Sama dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya lagi.”

“Waktu kami melawan Cologne atau Mainz dia mengumpankan 2 gol dan mencetak 1 gol juga, kalau saya tidak salah. Kita semua tahulah kalau dia masih punya kualitas yang sulit untuk dikendalikan semua lawan kami.”

“Saya tidak tahu juga apakah dia memang ingin pergi ke klub lain atau tidak. Saya bisa mengerti jika ia ingin terus diturunkan dalam setiap pertandingan. Saya tahu betul bagaimana rasanya duduk di bangku cadangan.”

“Dengna mantan pelatih Carlo Ancelotti saya juga sempat duduk di bangku cadangan. Adalah normal bagi seorang pemain merasa tidak puas karena hal itu,” pungkasnya.