Bayern Munchen Terancam Kena Sanksi UEFA

Fans Bayern Munchen membuang uang palsu ke seantero lapangan pada laga Liga Champions di Anderlecht, Belgia.
Fans Bayern Munchen membuang uang palsu ke seantero lapangan pada laga Liga Champions di Anderlecht, Belgia.

UEFA yakin para suporter Bayern Munchen telah melanggar regulasi karena melempar uang palsu ke dalam lapangan di Liga Champions.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Constant Vanden Stock, Kamis (23/11) dini hari WIB kemarin, Der Bayern sukses mengalahkan tuan rumah Anderlecht dengan skor 1-2.

Robert Lewandowski membawa Die Roten unggul di menit 51, sebelum Sofiane Hanni mampu menyamakan kedudukan 12 menit kemudian. Namun skor imbang tidak bertahan lama di mana Corentin Tolisso mampu menyundul assist dari Joshua Kimmich di menit 77.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Dengan hasil tersebut kini Bayern dipastikan lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up di belakang Paris Saint-Germain.

Akan tetapi kemenangan tersebut tercoreng dengan sikap para suporternya yang memprotes harga tiket yang mahal.

Mereka membentangkan spanduk putih bertulisan merah dengan kalimat: “Is your gr€€d [sic] now finally $atisfied?” atau yang berarti “Apakah nafsu rakus Anda sudah terpuaskan sekarang?”

Bukan hanya spanduk, para fans tandang pun melemparkan uang-uang palsu ke dalam lapangan karena merasa harga tiket yang mahal.

Sekelompok fans menyebutkan bahwa Anderlecht menyediakan 85 persen tiket kosong untuk para suporter Bayern dengan harga Rp1,5 juta per tiket.

“Meski dengan tingginya standar tiket di Liga Champions, harga ini melambangkan dimensi baru di babak fase grup,” ujar kelompok Club Nr. 12, yang berterima kasih kepada klub yang mau menyubsidi sebesar Rp480 ribu.

UEFA pun tidak tinggal diam dengan membuka proses disipliner kepada Bayern karena memperlihatkan “spanduk terlarang” dalam melakukan protes.

Sedangkan untuk pelemparan uang palsu, dikenai pasal “pelemparan benda [ke dalam lapangan]”.

Kasus ini akan ditangani oleh Badan Kontrol, Etika dan Disipliner UEFA pada 7 Desember nanti.