Nestory Irankunda kembali membuat namanya ramai dibicarakan setelah tampil bersama Australia di Piala Dunia 2026. Winger berusia 20 tahun itu ikut mencuri perhatian saat Socceroos menundukkan Turki 2-0 dan mencetak salah satu gol dalam pertandingan tersebut.
Penampilan itu sekaligus mengingatkan banyak pihak pada status Irankunda sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang pernah dimiliki Bayern Munchen.
Bayern Munchen Masih Memiliki Kendali
Meski kini memperkuat Watford, hubungan Irankunda dengan Bayern ternyata belum sepenuhnya berakhir.
Saat melepas sang pemain pada 2025, Bayern Munchen dilaporkan menyisipkan klausul pembelian kembali. Klub raksasa Jerman tersebut juga mengamankan persentase penjualan di masa depan, membuat mereka tetap memiliki kepentingan terhadap perkembangan karier Irankunda.
Laporan yang beredar menyebut nilai klausul buyback tersebut berada di kisaran €4,5 juta hingga €5 juta. Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs saat ini, angkanya berada di sekitar Rp84 miliar hingga Rp93 miliar.
Nilai tersebut bisa terlihat sangat murah apabila performa Irankunda terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Keputusan Tinggalkan Bayern Mulai Terbayar
Saat memutuskan hengkang dari Bayern, Irankunda mengutamakan kesempatan bermain reguler di tim utama. Langkah itu diambil demi meningkatkan peluangnya masuk skuad Australia untuk Piala Dunia.
Di Bayern, menit bermain tersebut sulit dijamin. Sebaliknya, Watford menawarkan jalur yang lebih jelas menuju tim utama.
Kini keputusan tersebut tampak mulai membuahkan hasil.
Penampilan Irankunda di panggung dunia menjadi bukti bahwa ia mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepadanya.
Bayern Punya Opsi Jika Irankunda Terus Bersinar
Bakat Irankunda sebenarnya tidak pernah diragukan. Kecepatan, kemampuan melepaskan tembakan keras, serta atletismenya sudah lama menjadi nilai jual utama sang pemain.
Tantangan terbesar selama ini lebih kepada penyempurnaan aspek lain dalam permainannya.
Bayern Munchen mungkin saja tidak pernah mengaktifkan klausul pembelian kembali tersebut. Persaingan di lini serang klub selalu ketat dan peluang menembus tim utama tidak mudah.
Namun keberadaan klausul itu memberi Bayern keuntungan besar. Mereka memiliki perlindungan sekaligus fleksibilitas jika perkembangan Irankunda melampaui ekspektasi.
Bila golnya di Piala Dunia 2026 menjadi awal dari lompatan karier yang lebih besar, Bayern bisa saja sedang memegang salah satu klausul buyback paling menguntungkan di sepak bola Eropa saat ini.
Opini Gilabola.com
Keputusan Irankunda meninggalkan Bayern Munchen sempat dianggap berisiko karena ia meninggalkan salah satu klub terbesar di dunia.
Namun situasinya sekarang menunjukkan bahwa menit bermain reguler sering kali lebih penting bagi pemain muda dibanding sekadar bertahan di klub elite.
Dari sisi Bayern, menyertakan klausul pembelian kembali terlihat sebagai langkah yang sangat cerdas.
Klub tidak kehilangan kendali sepenuhnya atas aset potensial mereka, sementara Irankunda mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dan jika performanya terus menanjak setelah Piala Dunia 2026, Bayern berada dalam posisi yang sangat diuntungkan.

