Borussia Dortmund Buka Alasan Pecat Thomas Tuchel

Thomas Tuchel

Berita Liga Jerman – Buruknya hubungan antara Thomas Tuchel dengan petinggi Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke menjadi alasan pria berusia 43 tahun itu ditendang dari kursi kepelatihan.

Hans-Joachim Watzke mengaku letih harus berurusan dengan Thomas Tuchel sehingga pelatih tersebut dipecat dari jabatannya di Borussia Dortmund.

Perjalanan karir Tuchel berakhir pada Selasa (30/05) dini hari WIB, beberapa hari setelah mempersembahkan trofi Piala DFB dengan mengalahkan Eintrach Frankfurt.

Padahal piala tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam lima musim terakhir dan menjadi buah atas kegagalan di tiga final beruntun.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Bukan hanya itu Dortmund pun mampu mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen akhir Liga Jerman, namun Hans-Joachim Watzke menganggap pencapaian tersebut kurang.

Seperti diketahui Watzke dan Tuchel sempat perang komentar di media massa, tidak lama setelah insiden peledakan tiga buah bom ke bus Dortmund jelang laga Liga Champions kontra AS Monaco.

Kala itu Tuchel menyayangkan penundaan pertandingan yang diputuskan Watzke, dan bos Der BVB itu membalasnya dengan mengkritik pencapaian di musim ini, sesaat sebelum memasuki penghujung musim.

“Kita menjadi saksi atas musim yang sulit untuk dijelaskan. Sebuah musim yang sangat sangat memilukkan. Meski bisa mencapai kesuksesan besar di Berlin [final Piala DFB], ada kewajiban untuk memberikan alasan-alasan,” tulis Hans-Joachim Watzke dalam surat terbukanya yang dimuat di laman resmi klub.

“Skuat ini telah mencapai sesuatu yang bersejarah dan kami harus berterima kasih kepada pelatih Thomas Tuchel dan staf kepelatihan, itu jelas.”

“Ada beberapa kritikan dari para suporter karena perpisahan kami dengan Tuchel. Kami bisa memahami hal itu sebagai klub. BVB mencapai kesuksesan dengan Tuchel selama dua musim dengan meraih tujuan-tujuan kami. Akan tetapi kami, direktur olahraga Michael Zorc dan saya, telah letih karena harus berurusan dengan staf kepelatihan.”

“Mengambil tanggung jawab Anda bukan hanya soal hasil akhir, tidak ada bedanya antara Dortmund dengan klub-klub lainnya. Ini soal nilai-nilai dasar seperti kepercayaan, penghargaan, komunikasi, autentikasi dan identifikasi. Ini soal kesetiaan.”

“dalam situasi tersebut, kami tidak melihat titik awal dari kesuksesan di masa mendatang. Itu sebabnya kami tidak melanjutkan kerja dengan staf kepelatihan ini melewati musim 2016/17.”

“Bagi saya, penting untuk Anda ketahui, ini bukan pertanyaan soal apakah Anda bisa minum bir atau bermain kartu bersama. Jika kami menyederhanakan hal-hal ini, kami akan menjadi pembuat keputusan yang buruk.”

“Menurut pendapat saya, perwakilan-perwakilan klub dan pelatih tidak perlu menjadi sahabat dekat.”

“Hubungan spesial yang kami, Zorc dan saya miliki dengan Jurgen Klopp tidak menjadi acuan atas hubungan kami dengan Thomas Tuchel, dan tidak pula menjadi acuan untuk pelatih-pelatih Dortmund lainnya di masa mendatang.”