Der Klassiker Borussia Dortmund vs Bayern Munchen, 10 Fakta Pahit

Der Klassiker Borussia Dortmund vs Bayern Munchen, 10 Fakta Pahit

Borussia Dortmund vs Bayern Munchen di ajang Liga Jerman pada Minggu dinihari dibayangi banyak kontroversi. Tendangan kung fu kiper Oliver Kahn, pinjaman rentenir raksasa Bavaria, serta kemenangan 11-1 mewarnai sejarah Der Klassiker.

Baca ringkasan 10 fakta-fakta pahit dalam sejarah Der Klassiker yang akan bikin kamu lebih pintar lagi.

Bayern Lebih Unggul

Dari semua pertemuan Der Klassiker sebelum ini, Bayern Munchen lebih unggul dengan 45 kemenangan lawan 24 milik BVB. Dan kalau dipersempit menjadi delapan laga terkininya saja maka raksasa Bavaria itu gagal menang hanya dua kali, satu di antaranya kalah 1-0, November 2016. Selisih gol dalam pertemuan keduanya adalah, jangan kaget, 188 berbanding 119. Termasuk yang terakhir enam gol tanpa balas.

Duopoli Bayern dan Dortmund di Jerman

Dormund saat ini menguasai puncak klasemen Bundesliga. Mereka pernah juga menjadi rival kuat Bayern pada era 1990-an sebelum mati suri untuk beberapa waktu lamanya, sampai kedatangan Jurgen Klopp. Dalam 9 musim terkini Liga Jerman, gelar berpindah di antara mereka berdua saja: Bayern 7, BVB 2. Dan sejak 2009, mereka berdua menguasai 15 dari kemungkinan 18 gelar yang tersedia di liga serta DFB Pokal.

BACA:  Franck Ribery Dilaporkan Tampar Reporter TV Prancis

Duel Lewandowski vs Alcacer

Dulu Dortmund memiliki Pierre-Emerick Aubameyang dan Michy Batshuayi, tapi mereka sama sekali tak keberatan dengan penggantinya, Paco Alcacer, seorang pemain pinjaman dari Barcelona. Sementara itu Die Bayern masih memiliki Robert Lewandowski. Siapa yang akan bikin gol lebih banyak?

Der Klassiker Pertama

Der Klassiker pertama terjadi pada 16 Oktober 1965 dengan kemenangan bagi Dortmund berkat dua gol Reinhold Wosab, sementara seorang pemain muda Bayern bernama Franz Beckenbauer gagal mengeksekusi penalti.

Tendangan Kung Fu

Der Klassiker yang usai dengan skor 2-2 pada bulan April 1999 diwarnai dua aksi kekerasan oleh kiper legendaris Bayern Munchen Oliver Kahn. Dia melepaskan tendangan kung fu ke perut Stephane Chapuisat dan kemudian berusaha menggigit (atau mencium?) pipi Heiko Herrlich. Namun pertemuan April 2001 adalah yang paling panas dengan 10 kartu kuning dan tiga kartu merah.

BACA:  Franck Ribery Dilaporkan Tampar Reporter TV Prancis

Rentenir von Bavaria

Meski ada permusuhan berat di antara kedua kubu, Bayern pernah bertindak sebagai rentenir yang meminjamkan uang saat Dortmund terancam bangkrut pada tahun 2005. Pinjaman sebesar dua juta Euro kala itu berhasil menyelamatkan BVB dari kebangkrutan.

Daftar Para Pengkhianat

Sebagaimana rivalitas Barcelona dan Real Madrid di Spanyol, Der Klassiker juga diwarnai sejumlah pengkhianat. Yang paling terkenal tentu saja adalah kepindahan Mario Goetze dari Signal Iduna Park ke Allianz Arena tahun 2013, hanya untuk pulang lagi tahun 2016, dengan barter Mats Hummels ke Bayern. Bekas pemain BVB lainnya adalah Robert Lewandowski, yang bersama Goetze, mencetak gol dalam kemenangan 5-1 pada Februari 2011.

BACA:  Franck Ribery Dilaporkan Tampar Reporter TV Prancis

Kemenangan Terbesar Bayern

Laga 27 November 1971 akan diingat secara baik oleh para pendukung Bayern setelah mereka berhasil menang dengan skor sangat besar, 11-1. Itu adalah kemenangan terbesar di Bundesliga dan masih menjadi rekor kemenangan terbesar untuk Bayern.

Klop dengan Juergen Klopp

Klopp bersama Dortmund pernah memenangkan gelar juara Liga Jerman dan kemudian merebut trofi DFB Pokal pada musim yang sama dengan skor 5-1, berkat hattrick dari Robert Lewandowski ke gawang Bayern.

Arjen Robben

Pemain Belanda ini masih merupakan salah satu pemain paling penting dalam rivalitas keduanya. Pada final Liga Champions 2012/2013 di Stadion Wembley, ia memberi Bayern kemenangan setelah mencetak gol kemenangan pada menit 89 atas Dortmund.