Eintracht Frankfurt Copot Gelar Kehormatan Eks Presiden Karena Terlibat Nazi

Eintracht Frankfurt Copot Gelar Kehormatan Eks Presiden Karena Terlibat Nazi

Gilabola.com – Eintracht Frankfurt tanggalkan jabatan presiden kehormatan pada almarhum Rudolf Gramlich, karena disinyalir pernah terlibat partai terlarang, Nazi, sebelum gabung klub tersebut.

Die Adler meminta lembaga independen, Fritz-Bauer Institut, untuk lakukan penyelidikan terhadap masa lalu presiden-presiden klub, khususnya di periode Nazi, yaitu antara 1993 sampai 1945.

Dalam penyelidikan tersebut ditemukan fakta, Gramlich pernah terlibat SS, tepatnya di divisi Totenkopfdivision alias divisi panzer yang dikenal kejam dengan puluhan kejahatan perang, termasuk pembantaian 97 tahanan perang tentara Inggris.

SS atau kepanjangan dari Schutzstaffel sendiri merupakan organisasi keamanan dan militer yang dipunyai Nazi dan di bawah kendali Adolf Hitler langsung.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Organisasi ini dikenal dengan kebengisannya dan bertanggung jawab atas kejahatan perang terhadap masyarakat sipil dan tawanan perang, termasuk kamp konsentrasi bagi masyarakat Yahudi dan non Aria.

Keputusan pencabutan gelar presiden kehormatan Rudolf Gramlich ini diambil berdasarkan kesepakatan dewan kehormatan, direktur dan petinggi klub ini mendapatkan sambutan tepuk tangan dari 600 anggota yang hadir dalam rapat tahunan.

“Tidak peduli apa yang pernah diraih presiden kehormatan dari segi olahraga, dia pun harus menjadi panutan dalam urusan etika dan moral,” kata Peter Fischer, presiden saat ini.

Rudolf Gramlich pernah menjabat sebagai presiden klub dari 1955 hingga 1970 dan bertanggung jawab atas kesuksesan meraih juara Liga Jerman 1959, yaitu kompetisi sebelum terbentuknya Bundesliga di 1963.

Sebelumnya ia pernah berkiprah sebagai pemain dari 1929 hingga 1944, dan menjadi petinggi klub dari 1939 hingga 1942.

“[Penunjukkan] Rudolf Gramlich [sebagai petinggi klub] disetujui oleh tirani Sosialis Nasional. Hal ini didokumentasikan oleh pemimpin klub yang pro rezim dan keterlibatannya dalam NSDAP [Partai Nazi] dan SS, dua organisasi kriminal dan khususnya pada partisipasinya dalam menyebarkan teror rezim Jerman di daerah-daerah jajahan.”

Keputusan Eintracht Frankfurt untuk melakukan penyelidikan ini tidak lepas dari peringatan 75 tahun pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz, yang merupakan tempat pembantaian lebih dari satu juta manusia antara 1940 hingga 1945.

Selain pencopotan gelar presiden kehormatan, Federasi Sepakbola Jerman pun sedang mempertimbangkan pencopotan anggota kehormatan federasi bagi pria yang meninggal dunia pada 1988 itu.