Erling Haaland Cedera, Ini Rencana Borussia Dortmund

Gila Bola – Borussia Dortmund bersiap lakoni enam pertandingan di sisa tahun ini tanpa Erling Haaland. Lucien Favre pun siapkan tiga skenario untuk mengantisipasi absennya bintang asal Norwegia tersebut.

Haaland harus lewatkan pertandingan di sisa tahun 2020 karena cedera hamstring. Top skorer Dortmund yang sudah kantongi 10 gol itu setidaknya harus melewatkan enam laga di semua kompetisi, dan Favre harus siapkan racikan tim yang bisa menggantikan posisinya.

Haaland sudah menjadi striker produktif sejak sebelum ia gabung Dortmund, bahkan disebut-sebut bisa menyaingi Robert Lewandowski di Bayern Munchen atau Pierre-Emerick Aubameyang – mantan pemain Dortmund, yang kini membela Arsenal. Namun, kini pundi-pundi gol Die Borussen pun terancam macet dengan absennya pemain 20 tahun itu. Situs resmi Bundesliga pun ungkapkan alternatif yang tersedia bagi Favre di sisa tahun ini:

1) Rencana A: Marco Reus

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
K9Win
K9Win

Dalam laga imbang 1-1 melawan Lazio di ajang Liga Champions tengah pekan ini, Favre turunkan kapten tim, Marco Reus, dan Thorgan Hazard, di lini depan. Sementara pemain remaja asal Amerika, Gio Reyna, bermain sebagai pendukung penyerangan.

Pelatih Borussia Dortmund asal Swiss itu juga mainkan Julian Brandt dan Jadon Sancho di babak kedua. Kelima pemain itu bisa menghidupkan lini serangan BVB, meskipun tak ada yang pas dengan kategori penyerang murni.

Reus sudah terlibat dalam terciptanya 18 gol di 16 penampilannya sebagai salah satu dari dua penyerang skuad Favre. Sementara secara statistik, dia menjadi pemain yang paling efektif di lini serang, dan pemain yang paling maju di lini itu dalam laga melawan Lazio.

Dengan 132 gol yang sudah dibukukannya untuk Borussia Dortmund di ajang Bundesliga, termasuk dua digit gol di masing-masing dua musim terakhir, tak heran jika playmaker asal Jerman ini menjadi preferensi Favre untuk mengisi posisi Haaland.

2) Rencana B: Reus, plus Thorgan Hazard, Jadon Sancho dan Julian Brandt

Solusi lain yang paling mungkin diterapkan Favre, adalah memasukkan dua pemain – bukan cuma satu, sebagai pengganti Haaland.

Seperti Reus, Hazard cenderung tunjukkan permainan terbaiknya saat ia diturunkan di posisi yang sangat disukainya di lini sayap. Tiga gol yang dicetak Hazard pada musim 2020/21 sama-sama tercipta di posisi tersebut, begitu juga dengan salah satu dari dua assist-nya.

Gol lain yang dibukukan Hazard tercipta saat Borussia Dortmund bermain imbang 1-1 melawan Lazio di matchday ke-5 Liga Champions, di mana ketika itu ia ditempatkan bersama-sama Reus di lini serang. Ia juga sempat mencetak gol dalam empat pertandingan liga sebelumnya, di saat ia dimainkan sebagai false nine.

Sementara Sancho, sejauh ini belum pernah diujicobakan bermain sebagai striker tunggal, meskipun ia telah berkembang dalam peran yang lebih bebas sebagai bagian dari lini serang yang diperkuat dua pemain.

Pemain internasional Inggris itu mencetak satu-satunya hattrick di Bundesliga hingga saat ini, yakni pada Matchday 29 musim lalu, di mana saat itu ia bermain tepat di lini depan, dan ikut terlibat dalam satu dari dua gol yang dibukukan Haaland dalam kemenangan 3-0 atas Borussia Mönchengladbach di laga pembuka musim ini.

Sancho diklaim memiliki kecepatan yang bisa samai aksi Haaland di lini serang, meskipun postur tubuhnya lebih pendek dari mantan pemain Salzburg tersebut, dan tinggi dengan Reus. Walau gaya permainannya berbeda, tapi Favre bisa tergoda untuk mengandalkan Sancho yang sudah bukukan dua digit gol dan assist selama dua musim berturut-turut.

Selain itu, ada pula kemungkinan Favre akan berikan lebih banyak ruang gerak pada Brandt. Pemain internasional Jerman itu sudah patahkan batasan postur tubuh seorang pemain dan tampil dalam lima pertandingan Borussia Dortmund dalam peran Haaland, termasuk saat mereka menang 2-0 atas Arminia Bielefeld.

Meski demikian, Brandt tak bisa mempengaruhi permainan dengan cara seperti seorang striker, walau ia ditempatkan lebih jauh dari pemain lain. Di tiga pertandingan berikutnya, ia minus dalam keterlibatan gol saat ditempatkan sebagai salah satu dari dua pemain menyerang, hingga kemudian muncul anggapan bahwa Brandt butuh seorang target man. Brandt kemudian mencetak delapan gol dan 14 assist dalam perannya di sejumlah posisi di lini tengah.

3) Rencana C: Youssoufa Moukoko

Sekitar sebulan yang lalu, semua arah seakan menunjuk ke sekelompok gelandang serang yang juga bisa diberdayakan sebagai false nine. Namun, hal itu sebelum Youssoufa Moukoko tampil sebagai starter di skuad utama Borussia Dortmund.

Pemain internasional Jerman U-20 memulai debutnya di Bundesliga, 24 jam setelah ia genap berusia 16 tahun. Saat itu, ia masuk lapangan usai Haaland bukukan empat golnya ke gawang Hertha Berlin di Matchday 8 musim ini pada akhir bulan lalu. Kesempatan ini diberitakan Favre kepada Moukoko setelah ia bukukan 141 gol dalam 88 pertandingan di level tim muda.

Ia bahkan mendapat pujian dari Haaland. “Youssoufa pemain yang lebih matang dari usianya. Saya pikir dia punya bakat besar di dunia sepak bola saat ini. Dia masih 16 tahun lebih satu hari saja, itu benar-benar luar biasa. Dia punya karir gemilang di masa depan. Kami sangat beruntung memilikinya,” tandas Haaland ketika itu.