Erling Haaland Tampil Apik, Marsch Bangga Pernah Melatihnya

Erling Haaland Tampil Apik, March Bangga Pernah Melatihnya

Gilabola.com – Pelatih RB Salzburg, Jesse Marsch mengungkapkan punya rasa kebanggaan tersendiri bisa menangani pemain bertalenta seperti Erling Haaland dan mengembangkan karir sepakbolanya hingga berhasil.

Sebagaimana diketahui Haaland memulai karir sepakbolanya bersama klub asal Norwegia, Bryne dan Molde. Bakatnya memang sudah terlihat selama bermain untuk klub negaranya. Akan tetapi karir sepakbolanya melambung tinggi kala ia berkarir di Austria.

Ya, selepas meninggalkan Molde ia memlih berkarir bersama Salzburg. Di musim pertamanya 2018/2019. menurut data wikipedia ia hanya mampu bermain sebanyak tiga pertandingan di semua kompetisi dan hanya mencetak satu gol ke gawang LASK Linz.

Namun di musim keduanya dari 14 kali tampil di Bundesliga Austria ia benar-benar tampil luar biasa. Total ia sudah mengemas 16 gol dan ditambah gol-gol di kompetisi lainnya, maka ia sudah mengemas 29 gol dari total keseluruhan bermain 27 pertandingan.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Menariknya permainan apik Haaland saat ditangani Marsch itu langsung membuat semua klub top Eropa kepincut untuk memboyongnya. Manchester United adalah klub yang dikaitkan bisa mendapatkan tanda tangannya, akan tetapi secara mengejutkan sang striker lebih memlih tawaran bergabung ke Dortmund pada Januari lalu dan Goal melaporkan kesepakatan sebesar 20 juta Euro atau setara 17 juta Pounds.

Meski karirnya sempat diragukan bersama Si Kuning Hitam, tetapi Haaland berhasil melanjutkan tren positif ketajamannya di Bundesliga Jerman. Bersama Dortmund ia telah membukukan 12 gol dari 11 laga. Dan Marsch mengungkapkan dirinya tak akan bisa melupakannya.

“Erling tidak yakin apa yang harus dilakukan dan kapan. Dia tahu bahwa perannya di Salzburg adalah spesial. Red Bull Salzburg secara intrinsik penting bagi perkembangannya,” Kata Jesse Marsch kepada Goal dan SPOX.

“Ada diskusi yang jauh lebih besar dengan Erling. Ia pemain yang lebih muda dari Taki yang mana menjadikan semuanya lebih penting untuk menangani situasinya dengan benar. Ini dibutuhkan banyak kerja keras sehingga agar dia tak kehilangan fokus.

“Pada akhirnya sulit untuk dipahami keputusannya. Pengalaman yang kami miliki dan ayahnya luar biasa dan kami tidak akan melupakannya. Kami bangga dengan Erling dan keberhasilannya.” Tutupnya.