Franck Ribery Orang Terpenting dalam Karir David Alaba

David Alaba puji rekan satu timnya di Bayern Munchen, Franck Ribery, sebagai 'panutan' yang mengubahnya menjadi pemain papan atas seperti saat ini.
David Alaba puji rekan satu timnya di Bayern Munchen, Franck Ribery, sebagai 'panutan' yang mengubahnya menjadi pemain papan atas seperti saat ini.

Gilabola.com – Pemain Bayern Munchen, David Alaba, puji rekan satu timnya, Franck Ribery, sebagai ‘panutan’ yang telah membentuknya menjadi pemain papan atas seperti saat ini.

“Saya benar-benar beruntung bisa masuk ke tim bagus pada 2010 lalu, di mana setiap orang memperhatikan pengembangan pemain muda,” ujar David Alaba dalam sebuah wawancara dengan situs resmi Bayern Munchen.

“Basti Schweinsteiger, Mario Gomez, Philipp Lahm dan juga Franck Ribery, menjadi salah satu orang terpenting dalam karir saya. Dia mencoba membantu saya maju sejak hari pertama,” tambah David Alaba.

Bantuan itu terbukti lunas. Meski masih berusia 25 tahun, Alaba sudah meraih beberapa gelar bersama Bayern Munchen, yakni enam gelar Bundesliga, empat DFB Cup dan trofi Liga Champions. Ia juga catatkan lebih dari 200 penampilan bersama Bayern Munchen di Bundesliga.

Advertisement

Franck Ribery berteman dengan Alaba saat pemain internasional Austria itu – yang usianya sembilan tahun lebih muda, baru berusia 16 tahun di akademi pemain muda Bayern. Hubungan dengan Ribery juga menjadi kemitraan paling hebat di Bundesliga.

Memang, kemampuan mereka untuk saling membaca permainan tak ternilai harganya dan membuat Bayern sangat tajam di sisi kiri.

“Saya lebih suka bermain dengannya, dan dia juga senang saat berada di lapangan. Ada pemahaman di antara kami,” kata Ribery, yang telah tampil dalam lebih dari 100 pertandingan Bundesliga dengan pasangan sayap kirinya itu.

Rasa hormat tentu saling menguntungkan. “Franck 34 tahun sekarang dan masih sangat ambisius,” kata Alaba.

“Dia masih lapar dan masih ingin terus berkembang, serta meninggalkan warisan pada permainannya, tapi Franck bukan hanya teladan, kami juga sangat dekat sekarang,” tambahnya.

Di samping Ribery, Alaba mengatakan dukungan keluarganya juga membantunya melakukan transisi ke Munich dari kota asalnya, Wina. “Kami selalu memiliki hubungan yang sangat dekat,” katanya.

“Terutama saat-saat awal di Munchen, saya benar-benar rasakan dukungan mereka dan mengapresiasinya. Orang tua saya tidak pernah melewatkan satu laga kandang pun sampai hari ini,” tandas Alaba.