Guardiola Sempat Pertimbangkan Manuel Neuer Sebagai Gelandang

Guardiola Sempat Pertimbangkan Manuel Neuer Sebagai Gelandang

Gilabola.com – Karl-Heinz Rummenigge menyebut Pep Guardiola sempat berpikir mengubah posisi Manuel Neuer dari asalnya penjaga gawang menjadi seorang gelandang.

Pelatih asal Spanyol itu menghabiskan tiga musim di Jerman antara 2013 hingga 2016, dengan menjuara Bundesliga tiap musimnya dan dua trofi Piala DFB.

Kesuksesan-kesuksesan itu diraihnya dengan melakukan inovasi taktik seperti yang dilakukannya di FC Barcelona sehingga ia ditasbihkan sebagai pelatih terbaik sepanjang sejarah Blaugrana.

Guardiola pernah memindahkan Philipp Lahm dari bek kanan menjadi gelandang, dan juga sempat menugaskan Javi Martinez di posisi false 10. Berbeda dengan di Barcelona dimana Pep kerap menerapkan skema 4-3-3, di Bayern ia tidak pernah terpaku pada satu formasi saja.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Salah satu inovasi yang menjadi pertimbangan Pep adalah memasang Manuel Neuer sebagai gelandang hanya sang kiper nyaman menguasai bola.

Akan tetap direksi klub mencegah ide tersebut dan memastikan kiper tim nasional Jerman itu tetap berada di bawah mistar gawang.

Guardiola tak terpaku satu formasi di Bayern Munchen

“Manuel menciptakan seni seorang pesepak bola ketika berperan sebagai kiper dan merevolusi posisi tersebut,” ucap Karl-Heinz Rummenigge pada laman resmi klub.

“Saya masih ingat bagaimana Pep, setelah memenangi kompetisi, mempertimbangkan dengan serius sebuah ide untuk menempatkan Neuer sebagai gelandang di satu pertandingan.”

Bulan lalu Pep, yang telah menantang Real Madrid untuk menelponnya, pernah berucap akan menugaskan penjaga gawang Manchester City, Ederson sebagai eksekutor penalti.

Keputusan ini diambil setelah Ilkay Gundogan gagal mengeksekusi tendangan dari titik putih walau statistik menunjukkan ia mempunyai rata-rata membobol dari penalti cukup tinggi pada musim-musim sebelumnya, termasuk ketika memperkuat Borussia Dortmund dan timnas Jerman.

Lalu ada pula kegagalan Gabriel Jesus memanfaatkan penalti kala melawan Sheffield United, yang menjadi kegagalannya yang ke-tiga pada musim ini.