Hasil Werder Bremen vs Bayern Munchen: Harry Kane kembali menorehkan pencapaian besar dalam kariernya setelah mencetak dua gol saat Bayern Munchen mengalahkan Werder Bremen. Brace tersebut membuat kapten timnas Inggris itu resmi menyentuh angka 500 gol senior untuk klub dan negara.
Striker berusia 32 tahun tersebut melanjutkan musim yang sangat produktif di Jerman. Performanya terus stabil dan datang pada momen penting menjelang Piala Dunia, ketika Inggris berharap banyak pada ketajamannya.
500 Gol dan Konsistensi yang Terjaga
Dua gol ke gawang Bremen bukan sekadar membantu kemenangan Bayern. Tambahan tersebut menegaskan konsistensi Kane sejak membela klub Jerman itu, setelah sebelumnya dikenal sebagai mesin gol Tottenham.
Musim ini saja ia telah mencetak 41 gol dari 35 pertandingan di semua kompetisi. Angka tersebut menempatkannya sejajar bahkan melampaui banyak penyerang elite Eropa dalam hal produktivitas.
Di bawah arahan pelatih Vincent Kompany, Kane tetap menjadi pusat serangan. Ia bukan hanya finisher utama, tetapi juga sering turun ke area lebih dalam untuk membangun permainan, tanpa kehilangan ketajamannya di depan gawang.
Sempurna dari Titik Penalti
Dari total 500 gol tersebut, 100 di antaranya lahir lewat titik penalti. Satu gol ke gawang Werder Bremen juga datang dari situasi tersebut.
Gol pertama Kane tercipta setelah gelandang muda Lennart Karl dilanggar di kotak penalti. Tinjauan VAR memastikan keputusan wasit, dan ketika bola sudah berada di titik 12 meter, hasilnya nyaris tak perlu ditebak.
Kane mencetak penalti tersebut dengan tenang. Itu merupakan penalti ke-23 yang ia lesakkan di Bundesliga dalam tiga musim terakhir, jumlah yang lebih banyak dibanding dua pemain berikutnya jika digabungkan. Lebih impresif lagi, ia belum pernah gagal dalam 23 percobaan sejak tiba di Jerman.
Bagi Bayern, penalti kini hampir terasa seperti peluang yang pasti berbuah gol. Ketepatan teknik dan ketenangan Kane dari jarak 12 meter menjadi jaminan tersendiri.
Finishing Klasik dan Peran Menyeluruh
Tak lama setelah gol pertama, Kane menggandakan keunggulan. Kali ini ia menerima bola di luar kotak penalti, menyiapkan posisi dengan cepat, lalu melepaskan tembakan rendah yang mengarah ke sudut bawah gawang.
Penyelesaian tersebut mencerminkan ciri khasnya: keputusan cepat, ayunan kaki minimal, dan penempatan bola yang sulit dijangkau kiper.
Brace ini juga membuat total kontribusinya mencapai 109 keterlibatan gol dalam tiga musim terakhir bersama Bayern. Catatan itu menjadi yang tertinggi dibanding pemain lain di lima liga top Eropa dalam periode yang sama.
Alih-alih butuh waktu beradaptasi setelah pindah dari London utara, Kane justru meningkatkan output dan pengaruhnya di lapangan. Ia tetap menjadi ujung tombak utama di tim bertabur bintang sekaligus referensi kreatif ketika turun menjemput bola.
Modal Penting untuk Piala Dunia
Performa Kane datang pada waktu yang tepat bagi Inggris. Piala Dunia semakin dekat dan sang kapten terlihat berada dalam kondisi tajam.
Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, tentu berharap momentum di level klub bisa terbawa ke turnamen musim panas nanti. Jika Kane mempertahankan efisiensi seperti saat ini, Inggris akan datang ke Piala Dunia dengan salah satu penyerang paling konsisten di sepak bola dunia memimpin lini depan.
Simak beragam informasi menarik lainna tersaji dalam kumpulan berita Liga Jerman terbaru pilihan redaksi.

