Mantan Bek Manchester City Kecam Pep Guardiola Karena Bunuh Kepercayaan Dirinya

Gilabola.com – Mantan bek sayap Manchester City Angelino mengatakan kehidupan di bawah asuhan Pep Guardiola membunuhnya dan menghancurkan kepercayaan dirinya, tapi bersyukur kini dia bisa bermain untuk RB Leipzig di bawah asuhan Julian Nagelsmann.

Angelino menghabiskan tujuh setengah tahun bersama Manchester City, termasuk empat peminjaman dan hanya 15 penampilan di tim utama. Pada 2018, pemain Spanyol itu dijual ke PSV Eindhoven, namun Guardiola membelinya kembali setahun kemudian.

Sayangnya, setelah enam bulan yang sulit di Inggris, ia dikirim ke RB Leipzig dengan status pinjaman sebelum kesepakatan itu dijadikan permanen awal bulan ini senilai Rp 312 Milyar, setelah biaya peminjaman sebelumnya senilai Rp 34,76 Milyar.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Sejak kepindahannya ke Jerman, pemain berusia 24 tahun itu menjalani karir yang mengesankan, dengan musim 2020/2021 ini menjadi musim terbaiknya ketika dia berhasil mengemas delapan gol dan 11 assist, dengan kemampuannya bermain sebagai bek kiri dan gelandang kiri sangat berguna bagi Julian Nagelsmann.

Kini Angelino mengatakan bahwa selama waktunya di Manchester City, Pep Guardiola tidak mempercayainya dan menghakiminya hanya pada beberapa pertandingan pramusim. Dia mengatakan, “Itu membunuh saya. Saya pikir kepercayaan diri adalah segalanya, bagi saya itu segalanya. Ketika Anda tidak memiliki kepercayaan diri itu sulit. Beruntung di sini saya mendapatkan kepercayaan diri bersama pelatih Julian Nagelsmann.”

“Saya dinilai hanya dari pertandingan pramusim, dua pertandingan, dan kemudian saya tidak mendapatkan kesempatan bermain selama beberapa bulan. Sulit untuk memainkan satu pertandingan setiap dua bulan. Tapi akhirnya saya senang itu terjadi sehingga saya bisa datang ke sini, bertemu Julian dan semua orang di sini.”

Merefleksikan masa-masa bermainnya di Manchester City, dia menambahkan, “Itu adalah pengalaman 50/50. Di satu sisi saya benar-benar belajar banyak dari Pep, dia meningkatkan saya sebagai pemain di lapangan dan saya juga harus berterima kasih atas pengalaman itu. Di sisi lain, saya tidak bermain sebanyak yang saya inginkan atau yang pantas saya dapatkan.”